Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

Menkominfo Buka Layanan Data Telekomunikasi di Seluruh Papua

IDN Times/Candra Irawan
IDN Times/Candra Irawan

Jakarta, IDN Times - Pemerintah akhirnya membuka kembali layanan data di Wamena dan layanan komunikasi di seluruh Papua.

Kementerian Komunikasi dan Informasi memberitahukan bahwa kondisi sudah pulih pada Sabtu (28/9) mulai pukul 09.00 WIT.

1. Layanan telekomunikasi dibuka karena wilayah Wamena telah aman

ANTARA FOTO/Marius Wonyewun
ANTARA FOTO/Marius Wonyewun

Dalam keterangan pers yang diterima IDN Times, Sabtu (28/9), pembukaan data dan komunikasi ini dilakukan dengan mempertimbangkan situasi dan kondisi keamanan wilayah Kabupaten Wamena yang telah pulih.

Hal ini merupakan hasil koordinasi dengan instansi penegak hukum dan aparat keamanan.

2. Pembatasan dilakukan karena ada distribusi informasi bohong

ANTARA FOTO/Marius Wonyewun
ANTARA FOTO/Marius Wonyewun

Sebelumnya pada Senin (23/9) lalu, pemerintah membatasi akses internet di Kabupaten Wamena, Papua. Pembatasan berlangsung setelah aksi unjuk rasa di wilayah tersebut.

"Untuk diketahui, pemerintah melakukan pembatasan layanan data internet di Kabupten Wamena pada Senin (23/9) setelah terjadi aksi unjuk rasa dan kerusuhan massa di wilayah tersebut yang dipicu oleh distribusi informasi hoaks, kabar bohong, dan ujaran kebencian," Kata Pelaksana tugas (Plt.) Kepala Biro Humas Kementerian Kominfo, Ferdinandus Setu.

3. Layanan telekomunikasi normal di seluruh Papua

(Kantor Bupati Jayawijaya yang terbakar saat aksi unjuk rasa di Wamena, Jayawijaya, Papua, Senin (23/9/2019)) ANTARA FOTO/Marius Wonyewun
(Kantor Bupati Jayawijaya yang terbakar saat aksi unjuk rasa di Wamena, Jayawijaya, Papua, Senin (23/9/2019)) ANTARA FOTO/Marius Wonyewun

Menkominfo juga menjelaskan bahwa layanan telekomunikasi dan internet di 29 kabupaten/kota di Provinsi Papua dan 13 kabupaten/kota di Provinsi Papua Barat, telah berfungsi dengan normal.

Pemerintah juga mengimbau agar masyarakat tidak menyebar informasi hoaks, ujaran kebencian berbasis SARA, hasutan, dan provokasi.

Share
Topics
Editorial Team
Lia Hutasoit
EditorLia Hutasoit
Follow Us