Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Muhadjir Effendy (Tengah) IDN Times/Lia Hutasoit
Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Muhadjir Effendy (Tengah) IDN Times/Lia Hutasoit

Jakarta, IDN Times - Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Muhadjir Effendy menegaskan pemerintah tidak hanya peduli pada banjir di daerah DKI Jakarta saja. Pemerintah juga fokus pada penanganan banjir di wilayah luar Jabodetabek.

"Di luarJabodetabek menjadi perhatian kita, kemudian sudah berkunjung ke beberapa titik-titik di DKI kemudian ke Bogor," kata Muhadjir di Gedung Kemenko PMK Jakarta Pusat, Senin (6/1).

1. Pemerintah utamakan korban banjir

Menko PMK Muhadjir Effendy dan Kepala BNPB Doni Monardo meninjau Pintu Air Manggarai, Kamis (2/1). (IDN Times/Irfan Fathurohman)

Muhadjir mengatakan pemerintah pusat mengarahkan agar lebih mengutamakan korban yang terdampak banjir di sejumlah daerah.

Sebagai Menko PMK, Muhadjir mengatakan dirinya bertugas untuk berkoordinasi sekaligus memastikan pemberian bantuan pada korban dijalankan dengan baik.

"Saya berkunjung ke Kabupaten Lebak di desa apa itu, di dekat Gunung Halimun yang tempat banjir bandang terjadi," ujar dia.

2. Banjir bandang di Lebak, Banten, menerjang ratusan rumah warga

Sejumlah warga bergotong-royong membersihkan lumpur dampak serangan banjir bandang di Kampung Lebak Gedong, Cipanas, Lebak, Banten, Rabu (1/1). (ANTARA FOTO/Weli Ayu Rejeki)

Saat berkunjung ke Lebak, Banten, arus banjir menerjang sekitar 900 rumah, 2 sekolah, serta memakan korban 11 korban jiwa.

"Kerasnya banjir sampai sungainya pindah itu ke kampung, menerjang kampung," ujarnya.

3. Penuhi kebutuhan dasar korban banjir

Ilustrasi Banjir daerah Jakarta Barat (IDN Times/Lia Hutasoit)

Dia berjanji akan memberikan pelayanan kebutuhan dasar bagi korban banjir seperti makanan, penampungan, pakaian, serta bantuan finansial.

"Pemerintah memberikan semacam ganti manfaat. Kalau gak salah sekitar Rp500.000 untuk mereka yang terdampak itu sehingga tidak semuanya harus berkumpul di tempat pengungsian," katanya.

Editorial Team