Mengenal Lima Tokoh Perubahan di Balik Sumpah Pemuda

Jakarta, IDN Times - Momentum Sumpah Pemuda adalah seremoni pengingat sejarah, namun mungkin tidak semua orang tahu siapa saja tokoh yang terlibat dalam peristiwa bersejarah itu.
Hari Sumpah Pemuda diperingati pasca-pelaksanaan Kongres Pemuda II pada 27-28 Oktober 1928. Kongres tersebut adalah gerakan pemuda Indonesia yang melahirkan buah-buah keputusan yang memuat ikrar terwujudnya cita-cita berdirinya Indonesia.
Berikut tokoh-tokoh yang terlibat dalam lahirnya Sumpah Pemuda.
1. Soegondo Djojopoespito

Soegondo adalah sosok pemuda yang memimpin Kongres Pemuda II serta menghasilkan Sumpah Pemuda.
Atas jasanya pria kelahiran Tuban, Jawa Timur ini mendapat penghargaan dengan diabadikan namanya di Gedung Pertemuan Pemuda sebagi Wisma Soegondo Djojopoespito CibuburĀ oleh pihak Kemenpora pada 12 Juli 2012.
2. Muhammad Yamin

Muhammad Yamin merupakan salah satu pencetus Kongres Pemuda II, dia diposisikan menjadi sekretaris.
Pria kelahiran Talawi, Sawahlunto, Sumatera Barat ini juga merupakan salah satu perintis puisi modern Indonesia dan peloporĀ Sumpah Pemuda.
3. Soenario Sastrowardoyo

Soenario Sastrowardoyo adalah penasihat Kongres Pemuda II. Pria kelahiran Madiun, Jawa Timur tersebut merupakan kakek dari artis tanah air, Dian Sastrowardoyo.
Semasa hidupnya ia aktif menjadi pengacara dan menjadi aktivis dan berurusan dengan para politisi Hindia Belanda.
Dalam Kongres Pemuda II, kakek dari Dian Sastrowardoyo ni tersebut menjadi pembicara dengan makalah "Pergerakan Pemuda dan Persatuan Indonesia".
4. Wage Rudolf Soepratman

Nama WR Soepratman mungkin lebih dikenal dengan lagu ciptaannya "Indonesia Raya", namun ternyata dirinya juga aktif di Kongres Pemuda II, di momen itulah dirinya memperdengarkan lagu "Indonesia Raya" dengan menggunakan biola.
Penggunaan biola dilakukan karena Kongres Pemuda II kala itu dijaga oleh polisi Hindia Belanda.
5. Sie Kong Liong

Sie Kong Liong adalah sosok Tionghoa yang berada di balik Sumpah Pemuda.
Pemondokan miliknya merupakan tempat berkumpul dan menyelenggarakan Kongres Sumpah Pemuda II. Kini pemondokan tersebut menjadi Museum Sumpah Pemuda.
Pemondokan tersebut dijadikan museum oleh Pemda DKI Jakarta di masa pemerintahan Gubernur Ali Sadikin setelah dipugar dan diresmikan pada 3 April - 20 Mei 1973.

![[TES]Pemprov DKI Jakarta Tutup Sementara TPST Bantargebang yang Longso](https://image.rujakcingur.com/post/20200101/ddff688a-3598-46d5-b1ba-5a184f161495-d4ccb326ae252243d95b4d1fbd13d884.jpeg)




.png)









![[LINIMASA] Reuni 212 Usai Pilpres 2019](https://image.rujakcingur.com/post/20191201/whatsapp-image-2019-12-02-at-031631-712a334dd9f56148f0c1b235153694b2.jpeg)
![[LINIMASA] Kronologi Penusukan dan Kabar Terbaru Wiranto](https://image.rujakcingur.com/post/20191010/antarafoto-wiranto-ditusuk-101019-ho-2-98033125a787c48e9c92d1436d73ea13.jpg)
