Dok.IDN Times/Biro Pers Kepresidenan
Perihal susunan Kabinet Kerja, termasuk isu adanya tiga kursi menteri untuk Gerindra, menurut Hasto, semua itu menjadi hak prerogatif Jokowi.
"Tapi tentu dalam demokrasi yang sehat, koalisi sebelum pilpres dan pasca-pilpres di dalam kabinet itu seharusnya senapas dan sebangun," kata dia.
Hasto mengatakan jika dalam perjalanannya dipandang perlu melakukan konsolidasi nasional, untuk memperkokoh semangat gotong-royong, maka hal itu akan dibicarakan nanti.
"Dalam penyusunan kabinet setelah Bapak Jokowi-Ma'ruf dilantik tentu saja napasnya, basis pendukungnya, itu dari Koalisi Indonesia Kerja. Dinamika tentu boleh saja, tapi konstruksi demokrasi yang sehat, koalisi sebelum pilpres dan pasca-pilpres adalah sebangun," kata dia.
Hasto mengatakan format kerja sama dengan partai oposisi yang terjadi saat ini, adalah di DPR dan MPR RI.
"Format kerja sama terjadi di DPR dan MPR, di mana hubungan baik antara Ibu Megawati Soekarnoputri dengan Bapak Prabowo, dijabarkan di dalam kerja sama di DPR dan MPR tersebut," kata dia.
Sementara, Jokowi mengaku baru akan fokus menyusun Kabinet Kerja, setelah pelantikannya sebagai presiden RI 2019-2024.
"Dilantik saja belum. Nanti kalau sudah pelantikan kita bicara soal kabinet," ucap dia.