Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

Media Sosial Bisa Jadi Bagian Penyelamat Krisis Iklim, Begini Caranya

IDN Times/Lia Hutasoit
IDN Times/Lia Hutasoit

Jakarta, IDN Times - Perubahan iklim kini telah bertransformasi menjadi krisis iklim.
Pekan Diplomasi Iklim Uni Eropa 2019 yang telah digalakkan sejak 23 September akan berakhir pada Minggu (6/10).

Namun masih banyak tugas yang harus dilakukan manusia untuk membuat bumi kembali sehat. Sebagai generasi muda, ternyata Millennials dapat membantu perubahan untuk mengurangi emisi karbon.

Melalui media sosial, semua orang di mana pun dan kapan pun dapat memberi kontribusi pada pengurangan emisi karbon, bagaimana caranya?

1. Kita juga bisa seperti Leonardo DiCaprio

caption
caption

Penduduk jagat maya pasti tidak asing dengan aktor penggiat lingkungan Leonardo DiCaprio yang memiliki 35 juta pengikut di Instagram. Data Research Analyst and Media Outreach Mongabay Indonesia Akita Arum Verselita menjelaskan the power of social media untuk kampanye lingkungan.

Melalui gadget, dan jejaring sosial akan lebih mudah membagikan isu perubahan iklim pada sesama.

"Kamu punya banyak sekali followers yang bisa kamu influence, mereka pasti punya kedekatan emosional, jadi mereka akan percaya kamu lebih," kata Akita dalam acara "Climate Change 101 for Youth” di kawasan Jakarta Pusat, Sabtu (5/10).

2. Indonesia lebih digital

Hal ini menjadi penting karena dapat berpengaruh pada masa depan. Menurutnya saat ini Indonesia telah masuk ke dalam zona waktu WIB (Waktu Indonesia Digital).

"Semuanya bisa didigitalisasi, semuanya. Atau kalian berbagi kebahagiaan, berbagi ide itu semua bisa didigitalisasi," ujar wanita berambut pendek tersebut.

Menurutnya, kesempatan menyebarkan kesadaran akan perubahan iklim sangat besar karena ada 150 juta pengguna media sosial di Indonesia.

3. Lalu, mengapa harus lewat media sosial?

IDN Times/Lia Hutasoit | Andhika (Kiri)
IDN Times/Lia Hutasoit | Andhika (Kiri)

Akita menjelaskan bahwa sasaran dari kesadaran perubahan iklim adalah orang-orang yang dapat diajak untuk berperang bersama melawan krisis iklim.

Ada 130 juta pengguna Facebook, 61 juta pengguna Instagram, 55 juta pengguna YouTube dan 7,8 juta pengguna Twitter di Dunia.

"Kita punya harapan besar teman-teman di sini bisa mengarahkan media sosialnya untuk membantu kampanye climate change atau Climate crisis," ujar dia.

4. Manusia penikmat dan penghancur Bumi, tapi juga penyelamat Bumi

IDN Times/Lia Hutasoit
IDN Times/Lia Hutasoit

Sea Soldiers yang juga merupakan mantan Puteri Indonesia 2005, Nadine Chandrawinata juga berpesan kepada millennilas agar dapat menjadi bagian dari perubahan krisis iklim.

Menurut Nadine, walau manusia adalah penikmat dan penghancur bumi, manusia juga dapat menjadi penyelamat bumi.

"Kenapa kita harus terlibat, karena kita berada di bumi ini dan kita yang mempergunakan apa yang telah diberikan oleh bumi Ini, karena kita ini penikmat tapi juga penghancur tapi ingat, kita juga penyelamat," ucap Nadine.

Share
Topics
Editorial Team
Lia Hutasoit
EditorLia Hutasoit
Follow Us

Latest in News

See More

Magna voluptas voluptates soluta mollit reprehenderit amet commodi l

07 Jan 2026, 15:05 WIBNews
gallery keenam

Artikel revised [edit LAGI]

25 Nov 2025, 15:15 WIBNews