Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Lukas Enembe: Papua Butuh Kehidupan, bukan Pembangunan
ANTARA/Bayu Prasetyo

Jakarta, IDN Times - Hadir dalam acara Mata Najwa pada Rabu (21/8) malam, Gubernur Papua, Lukas Enembe, menjelaskan terkait respons terhadap kerusuhan yang terjadi di Papua dan Papua Barat.

Menurutnya, masalah terkait mahasiswa Papua di Surabaya tak boleh disepelekan. Dia menegaskan, itu bisa jadi dianggap sebagai upaya menyepelekan masyarakat Papua.

1. Desak aparat usut kasus ini

Instagram.com/@lukas_enembe

Menurut Enembe, ia mengkhawatirkan aksi massa di sejumlah kota di Papua dan Papua Barat bisa meningkat ke level yang mencemaskan.

”Kami khawatir eskalasi aksi massa. Apabila orang Papua direndahkan, kami tidak terima. Sekarang ya bagaimana penyelesaiannya. Mereka yang berlaku belum ditangkap, tak boleh ini masalah soal Papua disepelekan,” ujar Enembe.

2. Bendera Merah-Putih tidak pernah diturunkan di asrama tersebut

(Gubernur Papua Lukas Enembe <kiri>) ANTARA FOTO/Rosa Panggabean

Lebih lanjut, Lukas Enembe juga memaparkan terkait isu penurunan bendera di Asrama Mahasiswa Papua (AMP) di Surabaya. Menurutnya, laporan yang diterima olehnya menyebutkan bahwa tak ada itu isu penurunan bendera apalagi sampai dibuang ke selokan.

”Kita coba komunikasi laporan yang terjadi kepada mahasiswa, dan bendera (Merah-Putih) tidak pernah diturunkan. Itu bukan perbuatan mahasiswa Papua tapi tindakan orang lain,” ujarnya.

3. Gubernur Papua beri respons keras

Facebook @LukasEnembe

Menutup ucapannya, Lukas Enembe juga menyebutkan sebuah respons keras terkait isu Papua. Baginya, perbaikan di Papua tak harus melulu soal infrastruktur dan pembangunan.

”Orang Papua itu butuh kehidupan, bukan pembangunan!”, tegas Enembe.

Editorial Team