Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

Lima Fakta Tentang Smart SIM, Wajib Banget Tahu Nih!

Lima Fakta Tentang Smart SIM, Wajib Banget Tahu Nih!
Dok.IDN Times/Istimewa
Share Article

Jakarta, IDN Times - Korlantas Polri merilis surat izin pengemudi pintar atau smart SIM pada Minggu (22/9). Dibandingkan SIM versi lama, Smart SIM ini memiliki sejumlah keunggulan.

Smart SIM misalnya bisa terkoneksi dengan data Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dukcapil), data pelanggaran akan tercatat pada smart SIM, dapat digunakan sebagai alat transaksi elektronik, serta nomor registrasi SIM berlaku seumur hidup.

Berikut lima fakta yang perlu diketahui tentang smart SIM.

  1. 1. Dapat digunakan sebagai alat pembayar denda

    Ilustrasi uang rupiah - IDN Times/Helmi Shemi
    Ilustrasi uang rupiah - IDN Times/Helmi Shemi

    Dilansir dari Antara, selain mencatat data pelanggaran pemudi, smart SIM juga dapat digunakan sebagai alat untuk membayar denda pelanggaran lalu lintas.

    Tidak berhenti sampai di sana, pemilik smart SIM juga bisa menggunakan SIM tersebut untuk bertransaksi di tol, swalayan, dan membayar tiket angkutan massal.

    Untuk memudahkan pelayanan uang elektronik itu, Korlantas Polri sudah bekerja sama dengan tiga bank, di antaranya adalah BNI, Mandiri, dan BRI.

  2. 2. Masa berlaku smart SIM

    Dok.IDN Times/Istimewa
    Dok.IDN Times/Istimewa

    Masa berlaku smart SIM ini sama seperti SIM sebelumnya, yaitu lima tahun. Apabila masa berlaku SIM lama sudah habis, maka pengemudi bisa melakukan perpanjangan untuk mendapatkan smart SIM.

  3. 3. Tidak ada biaya tambahan

    (Ilustrasi) IDN Times/Rochmanudin
    (Ilustrasi) IDN Times/Rochmanudin

    Dalam melakukan pendaftaran dan perpanjangan SIM, pengemudi tidak akan dikenakan biaya. Hal ini dikatakan oleh Kepala Korps Lalu Lintas Polri Irjen Pol Refdi Andri.

    "Tidak ada yang berubah dari PNBP yang harus dibayarkan masyarakat. Biayanya sama, cuma sekuritinya ditingkatkan, manfaatnya lebih banyak," ujar Refdi.

  4. 4. Peluang pemalsuan SIM terbatas

    IDN Times/Sukma Shakti
    IDN Times/Sukma Shakti

    Melihat sisi keamanan dari smart SIM, peluang untuk pemalsuannya semakin terbatas, karena terdapat perbedaan pada foto yang dipasang.

    "Orang yang melakukan pemalsuan atau merekayasa SIM tidak ada, karena fotonya dibuat dua. Kalau ada orang yang menempelkan foto palsu, maka bisa dilihat foto yang satu lagi," ujar Refdi.

  5. 5. Dinilai sulit terintegrasi dengan e-KTP

    ANTARA FOTO/Arif Firmansyah
    ANTARA FOTO/Arif Firmansyah

    Refdi menilai smartĀ SIM sulit terintegrasi dengan Kartu Tanda Penduduk Elektronik (e-KTP), hal ini karena perbedaan masa berlaku yang dimiliki oleh kedua kartu tersebut.

    Selain itu, Refdi menambahkan bahwa tidak semua pemiliki e-KTP dapat mengemudi.

Share Article
Topics
Editorial Team

Related Articles

See More