IDN Times/Teatrika Handiko Putri
Menanggapi hal itu, Ketua KPU Arief Budiman mengatakan, laporan atau temuan tentang DPT ganda ini akan dicek dan dibersihkan. Menurut dia, data penduduk digunakan KPU untuk menyusun siapa saja yang ikut memilih. Terkait DPT ganda, KPU langsung rapat koordinasi antara KPU, Bawaslu, dan Dukcapil.
"Kenapa melonjak nya berdurasi enam bulan itu masuk akal, karena pemerintah meminta Dukcapil untuk melakukan pemutakhiran data setiap enam bulan sekali," ujar dia.
Arief menjelaskan, KPU mendapatkan pemutakhiran data pemilu yang sudah ditetapkan. Pihaknya telah meminta KPU kabupaten dan kota untuk memeriksa.
"Kami masih terus melakukan pemeriksaan. Kami sudah berkoordinasi dengan Dukcapil dan mengecek nama WNA. Sekarang masih on going pcoses," kata Arief, (14/3) lalu.