Sikap kritis Aldi terjadi Januari sampai Maret 2019. Keberatan Aldi terhadap kebijakan sekolah dipicu 30 ketentuan yang dibuat secara sepihak oleh kepala sekolah tanpa proses musyawarah dan sosialisasi.
Adapun kebijakan antara lain memulangkan siswa yang terlambat, tidak boleh mengenakan jaket di sekolah, dan lainnya.
Padahal, di wilayah Sembalun, persis di kaki gunung Rinjani masih musim hujan, udara pun terasa dingin, terlebih jalan menuju sekolah rusak dan sulit dilalui ketika diguyur hujan.
Kondisi tersebut membuat Aldi mengunggah foto dan status yang menggambarkan perjuangan Aldi dan teman-teman ke sekolah saat musim hujan.
"Kami siswa SMAN 1 Sembalun tolong hargailah perjuangan kami, Kami ingin sekolah untuk masa depan kami agar kami bisa membahagiakan kedua orangtua kami, Pendidikan di peruntukan untuk siswa bukan dipersulit, tolong lihat perjuangan kami...Salam Demokrasi," tulis Aldi di halaman akun Facebooknya.