Jakarta, IDN Times - Bus Sriwijaya terjun ke jurang setinggi 150 meter di Liku Lematang Kecamatan Dempo Tengah Kota Pagaralam, Senin (23/12) pukul 23.15 WIB. Akibatnya 25 penumpang tewas.
Bagaimana kecelakaan mengerikan ini bisa terjadi?
Jakarta, IDN Times - Bus Sriwijaya terjun ke jurang setinggi 150 meter di Liku Lematang Kecamatan Dempo Tengah Kota Pagaralam, Senin (23/12) pukul 23.15 WIB. Akibatnya 25 penumpang tewas.
Bagaimana kecelakaan mengerikan ini bisa terjadi?
Kepala Humas Direktorat Jenderal Perhubungan Darat, Pitra Setiawan, menyatakan Bus Sriwijaya berangkat kurang lebih pukul 14.00 WIB dari pool. Pada awalnya bus tersebut membawa penumpang kurang lebih 50 orang dan berjalan dari arah Bengkulu kota ke Palembang.
"Saat melewati TKP tikungan Lematang Indah KM 9 kota Pagar Alam, mobil melaju dengan kecepatan tinggi menabrak dinding pembantas sehingga masuk ke jurang sedalam kurang lebih 150 meter dan jatuh ke tengah aliran sungai Lematang," terangnya dalam siaran tertulis, Selasa (24/12).
Akibatnya, kecelakaan yang terjadi di Jalan Lintas Pagar Alam - Lahat KM 9 Ds. Plang Kenidai Kelurahan Plang Kenidai Kecamatan Dempo Tengah Kota Pagar Alam, Sumatera Selatan menyebabkan 25 orang meninggal --sebelumnya disebutkan 24 orang meninggal.
"Saat ini korban meninggal dunia sebanyak 25 orang, luka berat 7 orang, luka ringan 9 orang. Saya juga mengucapkan belasungkawa," imbuhnya.
Saat ini proses evakuasi korban masih berlangsung, sehingga memungkinkan adanya jumlah korban bertambah. Pihaknya akan berkoordinasi dengan Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT), Kepolisian, Dinas Perhubungan maupun pihak terkait mengenai kecelakaan ini.
"Saya juga minta KNKT dan Kepolisian untuk mengusut tuntas kejadian ini serta penyebabnya supaya ke depannya tidak terulang kejadian serupa lagi. Kalau nanti hasilnya operator tidak menjamin keselamatan kendaraan dalam arti tidak laik jalan maka bisa saja nanti operator untuk bertanggung jawab secara hukum,” tambah Pitra.
Sementara itu,Humas Kantor SAR Kelas B Palembang, Rio Taufan, Selasa, mengatakan korban meninggal dan selamat dibawa ke Rumah Sakit Umum Daerah Besemah Pagaralam untuk diidentifikasi.
"Itu data sementara yang kami dapat, karena personil masih proses evakuasi," ujar Taufan dilansir dari Antara.
Berikut nama korban yang selamat :
1. Basarudin, 43 tahun, Dagang, Ds. Semarang Kec. Tanjung Serut Kota Bengkulu.
2. Hepriadi, 31 tahun, Kuli Bangunan, alamat Ds. Salak Tiga Kec. Panorama Kota Bengkulu.
3. Hasanah, 52 tahun, IRT, Ds. Tanjung Suko Kec. Indralaya Kab. OI.
4. Sukiyem, 43 Tahun, Tani, Ds. Lubuk Selandak Kec. Terambang Jaya Kota Prabumulih.
5. Aisyah Awaliah Putri, 9 Tahun, Pelajar, Jl. Salak Kota Bengkulu.
6. Ariri, 14 Tahun, Pelajar, Ds. Perajin Kab. Banyuasin.
7. Lukman, 43 Tahun, Swasta, Jl. Budi Utomo Kel. Sungai Hitam Kec. Muara Bangka Hulu Kota Bengkulu.
8. Aldi, 18 Tahun, Pelajar, Ds. Jejawi Kab. OKI.
9.Riduan, 44 tahun, Tukang Jahit, Ds. Kinono Sari Kel. Banjar Sari Kab. Enggano Bengkulu Utara.
10..Darusalam, 35 Tahun, Pandai Besi, Ds. Sakatiga Kab. OI.
11. Riki, 25 Tahun, Ds. Kemang Kec. Tebing Tinggi Kab. Empat Lawang.
12. Haris Krisyanto, 19 tahun, TOT, Ds. Alas Bangun Kec. Pinang Raya Bengkulu Utara.
13. Khadijah, 68 tahun, IRT, Perumnas Baru Blok A2 Kab. Bengkulu.