Jakarta, IDN Times - Wakil Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Saut Situmorang membantah dengan tegas pernyataan politikus Partai Gerindra, Desmond J. Mahesa bahwa ia pernah melobi-lobi parlemen termasuk anggota komisi III itu agar dipilih jadi pimpinan komisi antirasuah pada 2015 lalu. Mantan staf ahli di Badan Intelijen Negara (BIN) itu mengakui memang menemui Desmond. Tapi, tak ada sedikit pun yang membahas soal agar Desmond memilihnya jadi pimpinan KPK.
"Saya berbicara di media Pak Desmond ini orang keren ketika saya mau jadi pimpinan. But no transaction at all. I just came to you and we talk about bagaimana KPK ke depan, setelah itu kita gak pernah ketemu (lagi)," kata Saut menegaskan ketika menghadiri Rapat Dengar Pendapat (RDP) terakhir dengan komisi III di DPR pada Rabu (27/11).
Rapat hari ini sekaligus menjadi yang pertama usai undang-undang KPK direvisi oleh DPR, di mana mayoritas dilakukan oleh mereka yang duduk di komisi III. Dalam rapat yang digelar hingga sore tadi, Saut juga menegaskan komisi antirasuah tidak takut untuk memanggil saksi siapa pun yang mangkir dari pemanggilan penyidik.
Saksi yang mangkir dari panggilan penyidik sempat diungkit oleh anggota dari komisi III, Benny K Harman dari fraksi Partai Demokrat. Bahkan, menurut Ketua KPK, Agus Rahardjo, ada saksi yang sengaja menghindar panggilan penyidik dan baru bersedia hadir ketika pimpinan KPK telah berganti. Ketua baru KPK yakni Firli Bahuri rencananya akan dilantik pada (21/12). Wah, mengapa bisa begitu ya?
