Sleman, IDN Times - Nama Tri Joko Saptono sudah tidak asing bagi masyarakat Desa Tamanan, Kelurahan Tamanmartani, Kecamatan Kalasan, Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY). Bukan tanpa sebab, berkat perjuangan pria yang akrab disapa Joko ini, kebudayaan Jawa di lingkungan sekitarnya tetap lestari hingga kini.
Rasa cintanya kepada kebudayaan Jawa lah yang mendorong Joko membuka sanggar pembinaan budi pekerti dan pelestarian budaya yang diberi nama “Memetri Wiji”. Pesertanya adalah anak-anak sekolah dasar hingga sekolah menengah pertama.
