Pertemuan keduanya bermula ketika Ratna masih berkuliah di salah satu kampus swasta di Tangerang, Banten. Ratna sempat tiga tahun menjalin asmara dengan seorang pria namun kandas akibat tak sepaham.
Seperti pasangan pada umumnya yang baru putus cinta, Ratna mengalami kegalauan. Rutinitas menonton film, makan bersama, jalan ke mal yang biasa dilakukannya bersama sang mantan tak lagi bisa ia lakukan.
“(Waktu masih pacaran) gue punya kebiasaan chatting yang intens. Setelah putus jadi ngerasa kehilangan itu. Gue (install dating apps) cuma untuk nyari teman hang out, chatting, jalan-jalan gitu,” ungkapnya kepada IDN Times ketika ditemui di daerah Jakarta Selatan, Minggu (12/2).
Dating apps pertama yang ia install adalah Tinder. Aplikasi ini memungkinkan penggunanya untuk chatting dengan orang asing dengan syarat sama-sama menyukai profil yang diunggah pengguna ke akun Tindernya.
Melalui Tinder, Ratna banyak berkenalan dengan orang asing, bahkan kopi darat dengan beberapa pria. Sayangnya, tak ada satu pun yang sesuai dengan kriterianya. Ia mengaku lebih sering bertemu pria yang tak senonoh ketimbang yang menurutnya baik. Tak jarang dia dimanfaatkan oleh pria lain ketika berkenalan dan bertemu.
Hal tersebut membuatnya lelah berkenalan dengan laki-laki melalui Tinder. Lantas Ratna pun curhat dengan sahabatnya tentang permasalahan itu.
“Teman gue nyuruh buat install Setipe, katanya itu lebih baik,” ujar Ratna.