Anies-Sandi Bertemu Pemilih Muda, Apa yang Mereka Janjikan?

Pasangan calon Gubenur dan Wakil Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan dan Sandiaga Uno Rabu (14/12) kemarin menemui pemilih pemula di Jakarta Barat. Dalam kesempatan kampanye itu, mereka menjanjikan program pelatihan wirausaha bernama OK OCE (One Kecamatan One Center). Program itu diklaim mampu mengurangi pengangguran di ibu kota.
Bahkan, pasangan bernomor urut 3 tersebut yakin akan ada tambahan 4000-5000 wirausaha baru jika program tersebut dijalankan. Kepada para pemilih pemula, Anies-Sandi juga meminta agar mereka terus meningkatkan kreativitas. Sebab, pemuda-pemuda kreatif Indonsia diyakini akan menjadi penyedia sumber daya manusia kreatif di Asia.
OK OCE berikan pendidikan hingga pendampingan.

Seperti dikutip dari Liputan6.com, Sandiaga yakin nantinya tak akan ada lagi orang yang mengantri untuk mencari pekerjaan. Sebaliknya, lapangan pekerjaan akan datang dengan sendirinya. Menurut Sandiaga, berbagai program yang ada dalam OK OCE tak hanya pelatihan dan pendidikan, tapi juga pendampingan.
Pembangunan Jakarta berbasis soft infrastructure.

Selain menawarkan program kerja OK OCE, kepada pemilih pemula, pasangan Anies-Sandi berjanji akan melakukan pembangunan Jakarta yang berbasis pada soft structure. Pembangunan yang mereka lakukan akan mengedepankan peningkatan sumberdaya manusia dan pendidikan. Menurut Anies, konsep ini baru pertama kali digunakan. Sebab, dari 17 Gubernur Jakarta yang sudah memimpin, hampir semuanya mendasarkan pembangunannya melalui hard structure.
Janjikan magang di perusahaan.

Adapun diberitakan oleh JPNN.com, Anies juga menjanjikan sistem baru bagi kurikulum Sekolah Menengah Kejuruan. Jika terpilih, Anies akan menerapkan sistem dwell atau belajar di sebuah perusahaan. Selama lima hari belajar, para siswa SMK hanya akan berada di sekolah dua hari. Sisanya, tiga hari akan belajar di sebuah perusahaan. Selain itu, untuk meningkatkan pendidikan di Jakarta, mereka juga berjanji akan memperbaiki kualitas guru.
Jumlah pemilih muda mencapai 1,34 juta jiwa.

Wajar jika pemilih muda masih menjadi sasaran utama kampanye para calon Gubernur dan Wakil Gubernur. Berasarkan data Komisi Pemilihan Umum DKI Jakarta, jumlah pemilih pemula tercatat sebanyak 1,34 juta atau 29 persen dari keseluruhan pemilih. Jika serius digarap, bukan tak mungkin suara mereka akan menjadi kekuatan utama para calon dalam Pilkada DKI 2017 mendatang.



















