Kembali Jabat Menteri LHK, Begini Perjalanan Hidup Siti Nurbaya

Jakarta, IDN Times - Siti Nurbaya kembali menjabat kursi Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK) untuk pemerintahan Jokowi jilid II yang dinamakan Kabinet Indonesia Maju. Hal tersebut sesuai dengan pengumuman yang disiarkan langsung oleh Presiden Joko 'Jokowi' WIdodo di tangga Istana Negara, Jakarta pada, Rabu (23/10) pagi ini.
Siti terlihat mengenakan baju batik dan dilengkapi dengan kaca mata hitam nyentrik saat pengumuman bersama dengan deretan menteri lain. Sebelumnya, pada Selasa (22/10), Siti sudah hadir di Istana meski mengaku belum mengetahui posisi apa yang akan ia duduki pada Kabinet Indonesia Maju.
Berikut ini perjalanan hidup politikus NasDem hingga berada di jajaran kabinet pemerintahan.
1. Siti akrab dengan birokrasi sejak masih SD

Perempuan kelahiran Jakarta, 28 Juli 1956 ini telah mengenal bahkan akrab dengan dunia birokrasi sejak masih duduk di bangku Sekolah Dasar (SD). Ketika masih menempuh SD Muhammadiyah, Siti mengenal birokrasi dan ilmu administrasi melalui tulisan-tulisan Said bin Tsabit yang merupakan penulis kodifikasi Al Quran pada era pemerintahan Ustman bin Affan (644-656 Masehi).
Tokoh tersebut merupakan sosok sejarah Islam yang dijuluki 'Pena Allah' atau 'Sekretaris Nabi'. Hal tersebut yang membuat Siti Nurbaya kecil bermimpi untuk mengikuti jejaknya. Sejak saat itu, dirinya mulai aktif di organisasi dan terus berkembang hingga saat ini.
2. Segudang pengalaman Siti di dunia birokrasi

Siti adalah seorang perempuan dengan segudang pengalaman di dunia birokrasi. Pada usianya yang ke-25, Siti Nurbaya sudah memulai kariernya di Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Provinsi Lampung.
Dalam perjalanannya, dilansir dari website sitinurbaya.com, ia juga pernah menjabat sebagai Kasubid Analisis Stastistik, Kasi Penelitian Fisik, Kasi Pengairan, Kasi Tata Ruang, Kabid Penelitian, Kabid Prasarana Fisik dan Wakil Ketua Bappeda Lampung.
Setelah itu ia pernah menjadi Kabiro Perencanaan di Departemen Dalam Negeri (Depdagri), Pengajar di Koordinasi Perguruan Tinggi Swasta (Kopertis), Pelaksana Manajemen di Sekolah Tinggi Pemerintahan Dalam Negeri (STPDN), Sekretaris Jenderal Depdagri, Dewan Komisiaris Pupuk Sriwidjaja Palembang (Pusri), dan Ketua Komite Investasi dan Manajemen Risiko Pusri.
3. Perjalanan karier Siti di perpolitikan Indonesia

Siti Nurbaya juga berkarier di dunia politik. Pada 2006 hingga 2013, ia menjabat sebagai Sekretaris Jenderal (Sekjen) Dewan Perwakilan Daerah (DPD) RI.
Semasa menjabat, ia berhasil memperoleh penghargaan Laporan Akuntansi Standar Tertinggi dari Menteri Keuangan dari 2008 hingga 2011, dan Penghargaan WTP Laporan Keuangan dari Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) RI sejak penilaian awal sebagai Sekjen DPD-RI. Setelah itu, ia menjadi Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Partai Nasdem.
4. Siti banyak terinspirasi dari sosok ibu dan kakeknya

Dikutip dari laman web sitinurbaya.com, Siti menjelaskan bahwa dirinya banyak terinspirasi oleh sosok ibunya. Siti bercerita, sejak kecil ibunya menanamkan karakter dan prinsip ketegasan dalam bersikap.
Ibunda Siti juga menegaskan, bagi perempuan, air mata itu tidak akan menyelesaikan persoalan. Hal tersebut yang sampai saat ini menjadikan diri Siti sebagai perempuan yang kuat dalam menjalani hidup.
Selain sang ibu, penilaian Siti terhadap kehidupan juga dipengaruhi oleh kakeknya, Haji Harun. Dalam laman web sitinurbaya.com falsafah kehidupan dari sang kakek berbunyi "Cari elu dapet, makan elu kenyang". Menurut Siti ucapan yang kedengaran sederhana itu mengandung arti yang amat mendalam.
Arti dari kalimat falsafah itu adalah sebuah nasihat agar manusia berhati-hati dalam berkata dan berbuat, karena diri sendirilah yang akan menerima akibatnya. Selain itu, Siti juga sangat menyukai kata-kata bijak dari berbagai ragam budaya dan itu menjadi modal untuk berwawasan inklusif dalam memimpin dan bermusyawarah.



















