Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Romahurmuziy atau Rommy
Romahurmuziy atau Rommy

Jakarta, IDN Times - Ketua Umum Partai Persatuan Pembangunan (PPP) M Romahurmuziy atau biasa disapa Rommy menyayangkan munculnya kampanye hitam yang menyebut Presiden Joko 'Jokowi' Widodo, jika terpilih lagi menjadi presiden, akan melegalkan pernikahan sejenis dan melarang azan. 

"Saat ini tiba-tiba muncul kampanye yang menyosialisasikan bahwa Pak Jokowi akan membolehkan pria menikahi pria dan perempuan bisa menikah dengan perempuan. Ini adalah hoaks dan cara kotor dalam kontestasi Pemilu," kata Rommy seperti dikutip dari Antara, Selasa (26/2).

Pernyataan itu Rommy sampaikan, Senin (25/2), untuk menanggapi video kampanye hitam yang dilakukan tiga emak-emak yang viral di media sosial beberapa hari terakhir.

1. Rommy menilai penyebaran hoaks biasa dilakukan kubu 02

Romahurmuziy, Romi PPP

Rommy menilai, penyebaran hoaks seperti kampanye hitam yang dilakukan emak-emak itu sudah biasa dilakukan kubu calon presiden dan wakil presiden nomor urut 02, Prabowo Subianto-Sandiaga Uno. 

"Mereka memang tidak memiliki program yang bisa mengungguli Jokowi-KH Ma'ruf Amin, sehingga yang bisa dilakukan hanya propaganda hoaks dengan berharap masyarakat mempercayainya," kata Rommy.

2. Kampanye hitam adalah cara yang melanggar aturan

Istimewa

Selain itu, menurut Rommy, cara-cara seperti itu menabrak semua aturan yang ada. Selain melanggar aturan Pemilu dan melanggar aturan hukum pidana, Ia juga mengatakan, kampanye harus berdasarkan fakta dan tidak menyebarkan hoaks.

"Namun, karena kubu Prabowo-Sandi terbiasa menabrak dan melanggar aturan, kampanye seperti ini pun tetap mereka lakukan," tambah Rommy.

Meski begitu, Rommy meyakini berbagai hoaks yang menyerang Jokowi-Ma'ruf Amin justru akan mengundang simpati pada pasangan capres-cawapres nomor urut 01, apalagi mereka mempunyai program dan kinerja yang sudah diakui.

3. Video sosialisasi berisi kampanye hitam beredar di media sosial

Video sosialisasi berisi kampanye hitam terhadap pasangan capres-cawapres Jokowi-Ma'ruf Amin diketahui setelah beredar melalui media sosial.

Dalam rekaman terlihat, para pelaku berbicara dalam Bahasa Sunda menyampaikan pesan, "Moal aya deui sora azan, moal aya deui nu make tiung. Awewe jeung awewe meunang kawin, lalaki jeung lalaki meunang kawin," kata perempuan melalui video yang viral itu.

Dalam Bahasa Indonesia memiliki arti, "tidak ada lagi suara azan, tidak ada lagi yang pakai kerudung, perempuan dengan perempuan boleh menikah, pria dengan pria boleh menikah".

4. Polisi amankan tiga pelaku

IDN Times/Debbie Sutrisno

Sebelumnya, polisi mengamankan tiga ibu-ibu yang diduga melakukan kampanye hitam di Karawang, Jawa Barat pada Minggu (24/2) jelang tengah malam.

Ketiganya sudah ditetapkan sebagai tersangka yakni ES warga Desa Wancimekar Kecamatan Kota Baru Kabupaten Karawang, IP warga Desa Wancimekar Kecamatan Kota Baru Kabupaten Karawang, dan CW warga Telukjambe Desa Sukaraja Kabupaten Karawang.

Kepala Bidang (Kabid) Humas Polda Jawa Barat (Jabar) Kombes Polisi Trunoyudo Wisnu Andiko mengatakan, proses penyidikan atas kasus ini masih berlanjut. Polres Karawang dibantu Polda Jabar melakukan penyelidikan untuk kasus ini. Mereka telah ditahan di Polres Karawang. 

"Untuk penahanan dilakukan di Polres Karawang, penyidikan juga di Karawang. Namun tetap di-backup oleh Polda Jabar," jelas Trunoyudo di Polda Jabar, Jalan Soekarno Hatta, Kota Bandung.

Editorial Team