Jokowi Minta Kapolri Tindak Pelaku Diskriminasi Terhadap Warga Papua

1. Jokowi bersyukur situasi sudah kembali normal

Jokowi mengaku terus mengikuti perkembangan kerusuhan yang ada di Papua dan Papua Barat. Ia pun bersyukur lantaran situasi sudah kembali normal dan kondusif.
"Permintaan maaf sudah dilakukan, dan ini menunjukkan kebesaran hati kita bersama untuk saling menghormati, untuk saling menghargai sebagai saudara sebangsa dan setanah air," kata Jokowi di Istana Kepresidenan Bogor, pada Kamis (22/8).
2. Jokowi minta Kapolri melakukan tindakan hukum

Jokowi juga menegaskan bahwa dirinya telah memerintahkan Kapolri agar menindak hukum para pelaku diskriminasi dan rasisme terhadap masyarakat Papua tersebut.
"Saya juga telah memerintahkan Kapolri untuk menindak secara hukum tindakan diskriminasi ras dan etnis yang rasialis secara tegas," lanjut Jokowi.
3. Moeldoko menduga ada oknum yang tak suka Papua maju

Sebelumnya Kepala Staf Kepresidenan Moeldoko menduga ada kelompok yang tak suka melihat Sumber Daya Manusia (SDM) di Papua semakin maju. Sehingga, kelompok tersebut sengaja menjadi provokator kerusuhan yang terjadi di Papua kemarin.
Moeldoko menjelaskan, Presiden Joko "Jokowi" Widodo yang berusaha membangun kesejahteraan rakyat di Papua, bertujuan untuk meningkatkan SDM dan infrastruktur Papua dengan baik.
"Tapi ternyata ada kelompok-kelompok tertentu baik itu pergerakan poros bersenjata, maupun pergerakan poros politik. Itu justru merasa terganggu dan ada kecemasan yang nyata," ujar Moeldoko.



















