Ketua FKUB Sumsel, KH Mal'an Abdullah, mengimbau kepada seluruh masyarakat untuk dapat menahan diri jelang pengumuman pilpres 2 hari mendatang. Menurutnya, ada yang lebih penting dihadapi oleh bangsa Indonesia, yakni kerukunan. Dirinya mengingatkan jika kesepakatan mendirikan Indonesia dibangun atas dasar perbedaan, termasuk politik.
"Masa depan bangsa kita dibangun dari perbedaan suku, ras, agama. Para pendiri bangsa dan pahlawan dulu juga bisa mengesampingkan perbedaan yang ada. Dalam Islam, ada pesan dari Khalifah Ali Bin Abi Thalib kepada Gubernur Mesir, yang bukan saudara seiman adalah saudara dalam kemanusiaan. Itu jauh sebelum masa ini, tepatnya abad ke-7. Jadi, kita bisa meneladani apa yang ada untuk membangun bangsa," ujar dia.
Hal serupa dikatakan oleh Pendeta FK Sihombing. Menurutnya, bangsa Indonesia memiliki dasar yang baik dalam keberlangsungan negara persatuan, yang terdiri dari ragam kepercayaan dan suku bangsa. Dirinya berpesan, apa pun hasil 22 Mei mendatang, diharapkan dapat menjadi langkah untuk kemajuan bangsa.
"Bangsa kita Indonesia dibangun di atas Pancasila dan dilandaskan hukum UUD 1945, dengan semboyannya Bhinneka Tunggal Ika, di mana perbedaan dapat dikesampingkan. Pengumuman KPU nanti semoga membawa harapan dan akan menjadi titik terang bagi bangsa Indonesia. Apa pun hasilnya, akan membawa bangsa ini ke cita-citanya," ujar dia.