Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

Januari Bukan Puncak Musim Hujan, Ini 2 Tip Penting Hadapi Banjir

Banjir saat melanda kawasan Jakarta Barat, Rabu (1/1). (IDN Times/Lia Hutasoit)
Banjir saat melanda kawasan Jakarta Barat, Rabu (1/1). (IDN Times/Lia Hutasoit)

Jakarta IDN Times - Kepala Pusat Data dan Informasi Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Agus Wibowo memberikan imbauan kepada masyarakat, terkait cuaca ekstrem yang masih mengancam wilayah Jabodetabek dan Banten pada musim hujan ini.

Cuaca ekstrem yang terjadi sekarang ini bukanlah dampak dari puncak musim. Maka itu, masyarakat harus mempersiapkan diri agar lebih waspada terhadap banjir, tanah longsor, dan bencana hidrometeorologi lainnya yang bisa melanda kapan saja.

1. Perhatikan sisi historis lingkungan, apakah pernah dilanda banjir atau bencana alam lainnya

Banjir yang melanda kawasan Jakarta Barat pada Rabu (1/1). (IDN Times/Lia Hutasoit)
Banjir yang melanda kawasan Jakarta Barat pada Rabu (1/1). (IDN Times/Lia Hutasoit)

Agus mengatakan untuk mengantisipasi banjir akibat hujan deras, masyarakat perlu memperhatikan keadaan lingkungan di sekitar, dengan membaca keadaan apakah lingkungan tersebut pernah memiliki sejarah banjir atau tidak.

"Pastikan daerah itu rawan banjir atau tidak, lihat sisi historisnya," kata dia saat dihubungi IDN Times, Rabu (8/1).

2. Masyarakat perlu mengamankan dokumen penting

Kepala Pusat Data Informasi dan Humas BNPB Agus Wibowo (IDN Times/Irfan Fathurohman)
Kepala Pusat Data Informasi dan Humas BNPB Agus Wibowo (IDN Times/Irfan Fathurohman)

Selain itu, BNPB juga menyarankan agar masyarakat mengamankan dokumen penting dengan cara melaminasi atau memindahkan ke dalam bentuk digital.

"Tas darurat yang berisi dokumen-dokumen penting, kalau bisa sudah di-scan terlebih dahulu," kata Agus.

3. Januari belum bisa disebut sebagai puncak musim hujan

Kepala Bidang Diseminasi Informasi Iklim dan Kualitas Udara BMKG Hary Tirto Djatmiko (tengah) dalam acara Polemik di Kawasan Bindara China, Jakarta Timur, Sabtu (4/1). (IDN Times/Lia Hutasoit)
Kepala Bidang Diseminasi Informasi Iklim dan Kualitas Udara BMKG Hary Tirto Djatmiko (tengah) dalam acara Polemik di Kawasan Bindara China, Jakarta Timur, Sabtu (4/1). (IDN Times/Lia Hutasoit)

Sementara, Kepala Bidang Diseminasi Informasi Iklim dan Kualitas Udara Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Hary Tirto Djatmiko mengatakan, awal Januari 2020 bukanlah puncak musim hujan. Puncak musim hujan baru akan terjadi dua bulan mendatang.

"Musim puncaknya akan terjadi pada Februari dan Maret," kata Hary, di Jakarta Timur, Sabtu (4/1).

Bahkan, Hary mengatakan, tak menutup kemungkinan puncak musim hujan bisa terjadi pada Mei mendatang.

Share
Topics
Editorial Team
Lia Hutasoit
EditorLia Hutasoit
Follow Us

Latest in News

See More

Ipsa mollitia quibusdam minus et et ducimus dolore id sint velit nes

30 Jan 2026, 16:08 WIBNews
gallery keenam

Artikel revised [edit LAGI]

25 Nov 2025, 15:15 WIBNews