Jalan Kaki dari Aceh Menuju Papua, Ini Kisah Watimin Asal Cilacap
Jakarta, IDN Times - Ada sebuah pemandangan tak biasa di tengah kepadatan lalu lintas Kalimalang, Jakarta Timur, Selasa (26/2).
Saat itu nampak seorang pria berpakaian serba putih berjalan kaki memanggul tas ala militer sambil membawa tiang bambu beserta bendera merah putih dan sebuah spanduk kecil.
Penasaran, kami mengajaknya berbincang sejenak sambil menikmati teh yang dibeli di sebuah Warteg.
1. Berniat jalan kaki dari Aceh-Papua
Pria bernama Watimin itu mengatakan bahwa ia sedang melakukan aksi jalan kaki keliling Indonesia dari Aceh-Papua. Ketika kami temui, Watimin tengah dalam perjalanan menuju Surabaya untuk menyeberang ke Papua.
"Saya ini mau jalan ke Surabaya, mas. Saya ngelakuin ini karena cinta NKRI," ujarnya kepada IDN Times sambil sesekali menyeruput teh hangat.
2. Aksi ini sudah dilakukan sejak 2017
Watimin mengaku telah melakukan aksinya ini sejak 2017 dan sudah mengunjungi hampir seluruh pulau besar di Indonesia.
"Kalau gak salah saya mulai jalan kaki dari sekitar November 2017, tinggal Papua saja yang belum (didatangi)," ujarnya.
Ia menuturkan, dirinya berangkat dari rumahnya di Cilacap menggunakan kendaraan umum menuju Aceh. Sesampainya di sana, dia mulai berjalan kaki mengelilingi Sumatera.
Ia pun sempat menjejakkan kaki di Kalimantan, Sulawesi, Nusa Tenggara, dan kini di Pulau Jawa. Selanjutnya, ia yakin dapat menyelesaikan perjalanannya mengelilingi Indonesia setelah menyambangi Papua.
3. Kantor pemerintah, Polisi, dan Koramil jadi tempat singgahnya
Pria asal Cilacap ini mengatakan bahwa ia memanfaatkan Koramil di setiap wilayah yang ia lewati untuk beristirahat, makan, dan bersih-bersih.
Bila di sekitarnya tak tampak kantor Koramil namun dirinya sudah kelelahan, maka dia akan mencari kantor polisi atau pemerintahan setempat.
"Saya sering istirahat di Koramil, di sana kadang saya makan dan bersih-bersih juga," jelasnya.
4. Aksinya bukan untuk cari sensasi

Watimin mengatakan bahwa dirinya sering mendapat cibiran dari orang-orang sekitar yang dilaluinya. Banyak yang menganggap Watimin hanya cari sensasi saja dalam melakukan aksinya.
"Kalau saya lagi jalan sering ada yang ajak foto dan ngobrol, biasanya sih anak-anak sekolahan. Tapi, ada juga yang ngatain saya cari sensasi," ujarnya.
"Saya ngelakuin ini karena cinta NKRI, dari hati saya sendiri," tambahnya.
5. Watimin berharap aksinya sudah selesai saat Lebaran 2019

Watimin mengaku sudah sangat rindu dengan keluarganya di Cilacap. Ia pun tak sabar untuk segera mengakhiri petualangannya tersebut.
"Mudah-mudahan lebaran tahun ini sudah sampai perbatasan Papua, saya sudah kangen keluarga," ujarnya.

.png)

















