Sejak 2018, Iti dikenal dengan sebutan bupati yang suka marah-marah. Kejadian itu bermula saat viralnya video Iti marah karena ada bangunan liar. Bangunan liar tersebut menembus taman trotoar jalan menuju kawasan wisata masyarakat adat Baduy.
Ada hal yang menarik perhatian masyarakat, yaitu umpatan Iti menggunakan bahasa Sunda.
"Nganggap remeh dia ka aing, sagala solokan ku di dicor sagala macem, ku dadaria. Naon eta arana? Pak camat kumaha sih teu kakontrol, jaro kumaha sih? (Mengganggap remeh saya ya kalian, selokan dicor sama kalian. Itu apa? Pak Camat gimana sih gak terkontrol, kepala desa gimana?)," umpat Iti dalam video viral tersebut.
Dalam video, Iti juga meminta agar Satpol PP segera menertibkan bangunan liar tersebut.