Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

IPW: 2 Tersangka Penyiram Air Keras ke Novel Anggota Brimob Depok

(Penyidik senior KPK Novel Baswedan tiba di Bareskrim Mabes Polri tahun 2015) ANTARA
(Penyidik senior KPK Novel Baswedan tiba di Bareskrim Mabes Polri tahun 2015) ANTARA

Jakarta, IDN Times - Polri akhirnya menangkap dua terduga pelaku yang menyiram air keras kepada penyidik senior KPK, Novel Baswedan. Kedua pelaku juga merupakan anggota Polri aktif.

Menanggapi hal itu, Ketua Presidium Indonesia Police Watch (IPW), Neta S Pane mengatakan, terduga pelaku adalah anggota Polri dari Brimob, Kelapa Dua, Depok, Jawa Barat.

"Terduga pelaku berpangkat Brigadir itu adalah pelaku tunggal. Dia menyerang Novel dengan air aki mobil yang sudah dicampur air, yang dia siapkan sebelumnya," katanya dalam keterangan tertulis yang diterima IDN Times di Jakarta, Jumat (27/12).

1. IPW menilai motif pelaku karena dendam terhadap Novel

(Penyidik senior KPK Novel Baswedan) IDN Times/Ashari Arief
(Penyidik senior KPK Novel Baswedan) IDN Times/Ashari Arief

Neta melanjutkan, tujuan terduga pelaku melancarkan aksinya, lantaran merasa kesal dan dendam dengan ulah Novel. Namun, terduga pelaku tidak menjelaskan mengapa dendam terhadap Novel.

"Lalu terduga pelaku minta diantarkan oleh temannya ke kawasan perumahan Novel di Kelapa Gading dengan sepeda motor. Dan temannya tersebut tidak tahu menahu bahwa terduga pelaku akan menyerang Novel," ujar Neta.

2. IPW sebut kedua pelaku menyerahkan diri

(Penyidik senior KPK Novel Baswedan sebelum disiram air keras) Reuters
(Penyidik senior KPK Novel Baswedan sebelum disiram air keras) Reuters

Kedua pelaku, kata Neta, sama-sama anggota Brimob Kelapa Dua, Depok. Neta mengklaim, keduanya menyerahkan diri ke pihak berwajib.

"IPW memberi apresiasi terhadap kedua anggota Brimob tersebut meski keduanya terlambat menyerahkan diri, hingga kasus Novel melebar ke mana-mana," kata Neta.

Lebih lanjut, Neta berharap, kasus Novel dapat dibuka Polri dengan transparan ke publik, khususnya terduga pelaku penyerangan yang telah menyerahkan diri.

"Dengan transparannya pengungkapan kasus ini, kasus Novel bisa segera dituntaskan. Sehingga, Polri tidak terus menerus tersandera kasus Novel," ungkapnya.

3. Ini inisial dua terduga pelaku penyiraman air keras ke Novel

Kabareskrim Ungkap Pelaku Penyiraman Air keras Novel (IDN Times/Axel Joshua Harianja)
Kabareskrim Ungkap Pelaku Penyiraman Air keras Novel (IDN Times/Axel Joshua Harianja)

Sebelumnya, Kepala Badan Reserse Kriminal (Kabareskrim) Mabes Polri, Komjen Pol. Listyo Sigit Prabowo mengatakan, dua orang pelaku yang diduga terlibat menyiram air keras itu merupakan anggota Polri aktif. Namun pihaknya belum mau membeberkan dari satuan mana mereka bertugas.

"Tadi malam kami Tim Teknis bekerja sama dengan Kakor Brimob telah mengamankan pelaku yang diduga melakukan penyerangan kepada saudara NB (Novel Baswedan). Pelaku ada dua orang inisial RM dan RB. (latar belakangnya anggota) Polri aktif," katanya di Polda Metro Jaya, Jakarta Selatan, Jumat (27/12).

4. Motif penyiraman air keras masih didalami

Karopenmas Divisi Humas Mabes Polri, Brigjen Pol Argo Yuwono (IDN Times/Axel Joshua Harianja)
Karopenmas Divisi Humas Mabes Polri, Brigjen Pol Argo Yuwono (IDN Times/Axel Joshua Harianja)

Sementara itu, Kepala Biro Penerangan Masyarakat (Karo Penmas) Divisi Humas Mabes Polri, Brigjen Pol. Argo Yuwono mengatakan, dua terduga pelaku ditangkap pada Kamis (26/7) malam di wilayah Cimanggis, Depok, Jawa Barat.

Keduanya kini sudah ditetapkan menjadi tersangka, dan menjalani pemeriksaan di Polda Metro Jaya. Selain itu, Tim Teknis juga sudah melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) sekaligus pra rekonstruksi sebanyak tujuh kali, serta memeriksa 73 orang saksi.

"Pemeriksaan belum selesai, masa motif. Nanti setelah pemeriksaan baru kita sampaikan (motifnya apa)," kata Argo.

Untuk diketahui, kasus Novel kembali ditangani Polri oleh Tim Teknis sejak Agustus 2019 lalu. Tim ini dibentuk oleh Mantan Kapolri Jenderal (Purn) Tito Karnavian, dan dipimpin oleh Jenderal Polisi Idham Azis yang kini menjabat sebagai Kapolri. Selain itu, Presiden Joko 'Jokowi' Widodo juga sudah meminta Polri untuk mengungkap kasus tersebut pada Desember 2019.

Novel mendapat serangan air keras pada 11 April 2017 lalu atau hampir tiga tahun lamanya. Namun, baru hari ini Polri  bisa mengungkap dua terduga pelakunya.

Share
Topics
Editorial Team
Axel Joshua Harianja
EditorAxel Joshua Harianja
Follow Us

Latest in News

See More

Gempa Hari Ini 27/12/2025 bermagnitudo 5.8 di ENGGANO-BENGKULU

27 Des 2025, 08:15 WIBNews
gallery keenam

Artikel revised [edit LAGI]

25 Nov 2025, 15:15 WIBNews