Sebelumnya, anggota BPN Vasco Ruseimy juga blak-blakan menyampaikan klaim kemenangan paslon 02 pada Pilpres 2019. Bahkan, dia juga mendatangkan sosok di balik penghitungan perolehan suara yang menjadi dasar klaim kemenangan tersebut. Hal itu disampaikan Vasco melalui channel Youtube miliknya, Macan Idealis, Rabu (8/5).
Mulanya, Vasco memperkenalkan sosok tersebut yang menjadi narasumbernya, yakni Prof Laode. Lalu dia menjelaskan, Laode adalah satu di antara tim pemenangan tim Prabowo-Sandi beserta koalisi kubu 02 lainnya.
"Biar teman-teman tahu, Beliau adalah koordinatornya, otaknya yang mengumpulkan dan mengkoleksi semua data C1, baik itu dari relawan dan yang lain-lain. Semua dikumpulkan untuk pemenangan tim Pak Prabowo-Sandi lah intinya dan partai koalisi," kata dia.
Vasco lantas menyinggung soal 'setan gundul' yang sempat disampaikan politikus Partai Demokrat Andi Arief. Setan gundul hangat diperbincangkan lantaran Andi mengatakan Demokrat ingin menyelamatkan Prabowo.
Andi menyebut setan gundul memberikan informasi perolehan suara yang salah kepada Prabowo. Untuk itu, Vasco meminta tanggapan kepada Laode.
Dengan tegas Laode menyatakan apa yang disampaikan Prabowo-Sandiaga adalah data-data valid. “Setiap apa yang diucapkan oleh Pak Prabowo dan Sandi itu semuanya disuplai dengan data-data yang valid," kata Laode.
Ia kemudian mengatakan asal data klaim kemenangan Prabowo sebelumnya. Laode mengungkapkan bahwa pihaknya mengumpulkan data C1 menggunakan sebuah sistem. Sistem tersebut menggunakan pesan singkat alias SMS.
"Misalnya, ini yang dipersoalkan data 62 persen dari mana sih sekian jam. Itu buat kami sudah di jauh hari kita sudah buat sistem pakai SMS saja," ujar Laode.
"Jadi setiap orang yang telah menusuk (mencoblos) itu ya, kemudian keluar C1-nya, langsung saja di kirim. Nah, sistem itu dengan cepat sekali," Laode malanjutkan.
Menanggapi hal itu, Vasco kembali bertanya kapan data itu didapat. "Oh, pas hari H itu ya prof ya?"
"Pas hari, sekian jam, kan sebetulnya model quick count atau exit poll saja itu sebenarnya" jawab Laode.
Sekali lagi, Laode menegaskan, klaim perolehan suara kemenangan Prabowo-Sandiaga mulanya melalui SMS. "Tapi kan kita lihat itu, kemudian ketika dikemukakan itu memang seperti itu, yang jumlah 62 persen itu kan SMS basisnya," beber dia.