Jakarta, IDN Times - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) akhirnya tidak meloloskan satu pun dari enam kandidat Sekretaris Jenderal. Hal itu disampaikan oleh lembaga antirasuah pada Rabu (13/2). Namun, surat keputusan tersebut sudah diteken sejak (6/2) lalu.
"Sehubungan dengan telah dilaksanakannya tahapan wawancara 6 (enam) orang kandidat jabatan pimpinan tinggi madya untuk jabatan Sekretaris Jenderal (gelombang ke satu dan kedua) dan berdasarkan hasil konsultasi ke Komisi Aparatur Sipil Negara, maka dengan ini panitia seleksi mengumumkan belum ada kandidat yang dapat diusulkan kepada Presiden melalui Menteri Sekretaris Kabinet Republik Indonesia untuk dapat ditetapkan sebagai Sekretaris Jenderal pada Komisi Pemberantasan Korupsi," demikian isi surat dari Ketua KPK, Agus Rahardjo yang diteken pada (6/2) lalu.
Menjadi pertanyaan kemudian mengapa usai melakukan dua gelombang tes namun tidak ada satu pun dari enam kandidat yang berhasil lolos. Wakil Ketua KPK, Saut Situmorang mengatakan memang tidak mudah untuk menemukan kandidat Sekjen KPK.
"Mencari Sekjen itu ibarat mencari belahan hati, jadi mencarinya memang kudu sabar," ujar Saut melalui pesan pendek kepada IDN Times pada Rabu kemarin.
Lalu, apa komentar dari salah satu kandidat yang tidak lolos proses seleksi menjadi sekjen, Roby Arya Brata? Ia sebelumnya sudah pernah melamar berbagai posisi di KPK. Mulai dari penasihat, pimpinan, hingga ke Sekretaris Jenderal. Namun, selalu berakhir gagal.
