Jakarta, IDN Times - Presiden Joko "Jokowi" Widodo lagi-lagi memberi harapan palsu ke publik. Ia tak memenuhi janjinya untuk mengungkap kasus teror air keras yang menimpa penyidik senior Novel Baswedan.
Padahal, dalam sesi diskusi bersama media di Istana Negara, mantan Wali Kota Solo itu menjanjikan akan menagih hasil kerja tim teknis Polri pada awal Desember. Namun, hingga kini belum ada informasi mengenai hal tersebut. Maka tak heran bila Novel sejak awal sudah pesimistis kasusnya akan terungkap.
"Karena pada kenyataannya tidak ada sama sekali perkembangan yang disampaikan oleh Presiden Jokowi untuk mengungkap siapa aktor di balik penyerangan Novel Baswedan," ujar perwakilan tim kuasa hukum, Alghifari Aqsa melalui keterangan tertulis pada Rabu (4/12).
Janji untuk mengungkapkan kasus penyidik senior KPK itu seolah hendak menjadi kenyataan lantaran presiden mengucapkan pernyataan senada sebanyak 15 kali. Salah satunya cuitan pada tanggal 1 Agustus melalui Twitter resmi Presiden Jokowi.
Di sana tertulis, Jokowi meminta agar pengusutan kasus Novel harus ada kemajuannya. Namun, bila dilihat respons di akun Twitter resmi presiden, justru warganet lebih banyak pesimistis. Lalu, apa sikap dari tim kuasa hukum agar kasusnya tidak menguap begitu saja sama seperti perkara-perkara pelanggaran HAM lainnya?
