IMS 2019 (IDN Times/Ashari Arief)
Menurut Daeng, jika bonus demografi diisi penduduk yang hidup sehat, tidak sakit-sakitan, tidak stunting, tidak mengalami gizi buruk dan berotak cerdas, itu akan menjadi peluang bagus untuk pembangunan bangsa. Namun, jika tidak diperhatikan akan menjadi beban.
"Oleh karena itu, di situlah peran strategis bidang kesehatan yang dikomandoi oleh pekerja-pekerja kesehatan yang minimal tergabung dengan 7 organisasi profesi sekarang," kata Daeng.
World Health Organisation (WHO) mencatat, 7,8 juta dari 23 juta balita di Indonesia mengalami stunting. WHO juga telah menetapkan batas toleransi stunting maksimal 20 persen atau seperlima dari jumlah seluruh balita. Sementara, angka stunting pada balita Indonesia berada pada angka 35,6 persen. Sebanyak 18,5 persen balita dikategorikan sangat pendek dan 17,1 persen dikategorikan pendek. Oleh sebab itu, masalah kesehatan harus dijadikan perhatian serius.