Jakarta, IDN Times - Indonesia Corruption Watch (ICW) mendesak Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) agar menggali lebih jauh mengenai dugaan keterlibatan oknum PDI Perjuangan dalam operasi senyap yang menimpa komisioner Komisi Pemilihan Umum (KPU). Salah satu komisioner, Wahyu Setiawan, ditangkap penyidik komisi antirasuah pada Rabu (8/1) di Bandara Soekarno-Hatta.
Wahyu diduga menerima suap sebesar Rp400 juta dalam bentuk mata uang dollar Singapura agar membantu PDI Perjuangan memuluskan jalan caleg Harun Masiku menjadi anggota DPR dalam proses "Penggantian Antar Waktu" (PAW). Santer disebut duit senilai Rp400 juta turut bersumber dari Sekjen PDI Perjuangan, Hasto Kristianto. Namun, Hasto sejak awal membantah ikut terlibat dalam suap tersebut.
"Maka, kami mendesak KPK untuk mengembangkan dugaan keterlibatan aktor-aktor lainnya dalam perkara ini. Apabila disimak dalam pemberian keterangan pers kemarin yang disampaikan oleh pimpinan KPK, terdapat sejumlah fakta," ujar peneliti ICW divisi korupsi politik, Donal Fariz melalui keterangan tertulis pada Jumat (10/1).
Lalu, apa masukan ICW agar tak lagi terjadi suap yang menimpa penyelenggara pemilu?
