Personel Manggala Aqni membawa selang air untuk melakukan pemadaman Karhutla Gambut di Kecamatan Lalolae, Kabupaten Kolaka Timur, Sulawesi Tenggara, pada 1 Desember 2019. ANTARA FOTO/ManggalaAqn
Pelanggaran di bidang lingkungan hidup juga sangat parah dengan adanya kebakaran hutan di 13 provinsi. Tak sedikit hutan yang dibakar untuk membuka perkebunan sawit dan pengolahan kertas. Pada Agustus, Riau, Kalimantan Tengah dan Kalimantan Barat mencatat level polusi udara terburuk sepanjang tahun.
Jutaan orang terdampak dengan menderita masalah pernafasan. Kabut asap pun tak hanya terisolasi di Indonesia, tapi juga merambah ke negara tetangga seperti Malaysia dan Singapura. Sebanyak 218 orang dan lima perusahaan menjadi tersangka pembakaran.
Kasus-kasus di atas memperlihatkan kegagalan pemerintah Indonesia untuk menegakkan HAM. "Indonesia pernah menjadi cerita sukses di Asia Tenggara, tapi dalam setahun belakangan situasi HAM di sana memburuk," kata Brad Adams selaku Direktur Human Rights Watch Asia.
"Undang-undang baru yang problematik hampir lolos, sedangkan yang lama terus diberlakukan, dan minoritas tak mendapatkan perlindungan hukum yang mereka butuhkan," tambahnya. Ia pun mengingatkan Presiden Joko "Jokowi" Widodo untuk memanfaatkan periode kedua ini guna memperbaiki kondisi.
"Terpilihnya kembali Presiden Jokowi bisa membuka kesempatan baru untuk melindungi HAM dan kebebasan semua warga Indonesia. Kecuali kemunduran dihentikan, Indonesia mungkin menghadapi krisis politik dan sosial yang jauh lebih besar."
Baca artikel menarik lainnya di IDN Times App. Unduh di sini http://onelink.to/s2mwkb