Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
ANTARA News/Devi Ramadhan
ANTARA News/Devi Ramadhan

Jakarta, IDN Times - Direktur Lalu Lintas (Dirlantas) Polda Metro Jaya Kombes Pol Yusuf mengungkapkan, setidaknya ada 1.078 pengendara ditilang pada hari ke-9 Operasi Keselamatan Jaya 2019.

"Hasil giat Operasi Keselamatan Jaya 2019 hari kesembilan pada Selasa, 7 Mei 2019 mencapai 5.541 kendaraan yang berperkara. Sebanyak 1.078 ditilang dan 4.463 diberi teguran," kata Yusuf di Polda Metro Jaya, Jakarta, Rabu (8/5).

1. Pelanggaran terbanyak pengendara sepeda motor melawan arus

Dirlantas Polda Metro Jaya Kombes Pol. Yusuf (IDN Times/Dokumen Istimewa)

Yusuf memaparkan jenis-jenis pelanggaran dari kendaraan roda dua atau sepeda motor. Pengendara yang tidak menggunakan helm sebanyak 119 perkara, pengendara yang melawan arus 235 perkara. Kemudian, membonceng lebih dari satu orang sebanyak 29 perkara, dan tidak menyalakan lampu utama 69 perkara.

Lalu, untuk pengendara kendaraan roda empat atau mobil yang menggunakan ponsel saat berkendara 10 perkara.

"Total kendaraan yang ditilang 1.078. Sepeda motor 709 unit, mobil penumpang 297 unit, bus 13 unit, mobil barang 59 unit," papar Yusuf.

2. Operasi Keselamatan Jaya 2019 digelar selama 14 hari

ANTARA FOTO/Aprillio Akbar

Untuk diketahui, Operasi Keselamatan Jaya 2019 digelar selama 14 hari sejak 29 April 2019 hingga 12 Mei 2019.

Polisi juga telah menetapkan titik-titik lokasi razia Operasi Keselamatan Jaya, yaitu di sepanjang Jalan Benjamin Sueb, Jakarta Pusat, Jalan Perintis Kemerdekaan di simpang Coca-Cola, dan sekitar Gedung Manggala Wanabakti, Jalan Gatot Subroto.

3. Ribuan personel pengaman dikerahkan untuk mengamankan Operasi Keselamatan Jaya 2019

Yusuf menuturkan pihaknya mengerahkan ribuan personel untuk mengamankan Operasi Keselamatan Jaya 2019.

"Personel pengamanan ada 2.771. Itu nanti ditambah dari TNI, kemudian Dishub, Satpol PP, dan instansi terkait. Dari Polri kurang lebih 2.300, itu bukan dari lantas saja ya, ada dari Sabhara juga dan Reskrim," tutur Yusuf.

Editorial Team