Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

Hari Hak Asasi Manusia, Ma'ruf Amin Singgung Pelanggaran HAM Masa Lalu

Wakil Presiden RI Ma'aruf Amin tiba di Launching Survei “Refleksi 20 Tahun Undang-Undang No. 39 Tahun 1999 Tentang Hak Asasi Manusia” di Kantor Komnas HAM. (IDN Times/Lia Hutasoit)
Wakil Presiden RI Ma'aruf Amin tiba di Launching Survei “Refleksi 20 Tahun Undang-Undang No. 39 Tahun 1999 Tentang Hak Asasi Manusia” di Kantor Komnas HAM. (IDN Times/Lia Hutasoit)

Jakarta, IDN Times - Wakil Presiden RI Ma'ruf Amin menghadiri acara Launching Survei “Refleksi 20 Tahun Undang-Undang No. 39 Tahun 1999 Tentang Hak Asasi Manusia” di kantor Komnas HAM, Menteng, Jakarta Pusat, Senin (9/12).

Dalam kesempatan itu, Ma'ruf membahas mengenai komitmen pemerintah dalam menyelesaikan pelanggaran HAM di masa lalu. Dia juga mengakui bahwa masih ada capaian isu HAM yang belum dapat diselesaikan pemerintah.

"Harus diakui bahwa capaian tersebut ada yang sudah dapat diselesaikan, dan ada juga yang belum," kata Ma'ruf.

1. Capaian perintah dalam upaya nyata pemenuhan HAM

Wakil Presiden RI Ma'aruf Amin tiba di Pembukaan Peringatan Hari HAM di Kantor Komnas HAM. (IDN Times/Lia Hutasoit)
Wakil Presiden RI Ma'aruf Amin tiba di Pembukaan Peringatan Hari HAM di Kantor Komnas HAM. (IDN Times/Lia Hutasoit)

Capaian yang dimaksud oleh Ma'ruf adalah upaya nyata pemerintah dalam pemenuhan bidang hak sipil dan hak politik juga bidang hak ekonomi sosial dan budaya.

"Namun ada hal-hal yang memerlukan proses berkelanjutan dan berkesinambungan," kata dia.

Karena menurutnya tugas pemerintah dalam UU HAM adalah untuk memberikan penghormatan, perlindungan, penegakan dan pemajuan HAM. Sekaligus mewujudkan kewajiban dasar dan tanggung jawab penghormatan HAM orang lain secara timbal balik.

2. Pelanggaran HAM masa lalu jadi komitmen pemerintah

Wakil Presiden RI Ma'aruf Amin tiba di Launching Survei “Refleksi 20 Tahun Undang-Undang No. 39 Tahun 1999 Tentang Hak Asasi Manusia” di Kantor Komnas HAM. (IDN Times/Lia Hutasoit)
Wakil Presiden RI Ma'aruf Amin tiba di Launching Survei “Refleksi 20 Tahun Undang-Undang No. 39 Tahun 1999 Tentang Hak Asasi Manusia” di Kantor Komnas HAM. (IDN Times/Lia Hutasoit)

Dia juga menyinggung soal pelanggaran HAM di masa lalu. Menurutnya, pemerintah tetap memegang komitmen untuk terus berupaya mencari solusi yang terbaik.

"Antara lain melalui kajian-kajian oleh berbagai instansi yang berkompeten yang dapat didukung melalui fungsi Komnas HAM yaitu pengkajian, penelitian, penyuluhan, pemantauan dan mediasi tentang HAM," katanya.

3. Nilai HAM di Indonesia tidak seperti negara Barat dan Timur

Wakil Presiden RI Ma'aruf Amin tiba di Launching Survei “Refleksi 20 Tahun Undang-Undang No. 39 Tahun 1999 Tentang Hak Asasi Manusia” di Kantor Komnas HAM. (IDN Times/Lia Hutasoit)
Wakil Presiden RI Ma'aruf Amin tiba di Launching Survei “Refleksi 20 Tahun Undang-Undang No. 39 Tahun 1999 Tentang Hak Asasi Manusia” di Kantor Komnas HAM. (IDN Times/Lia Hutasoit)

Soal sumber nilai HAM di Indonesia, Ma'ruf mengatakan bahwa hal tersebut bersumber dari Pancasila sebagai ideologi, kepribadian, dan identitas bangsa.

"Implementasi HAM di Indonesia selama ini tidak mengacu pada nilai-nilai barat yang liberal atau nilai-nilai timur yang sosialis," Kata Ma'ruf.

4. Peran pemerintah dalam memajukan kualitas HAM

ANTARA FOTO/Irsan Mulyadi
ANTARA FOTO/Irsan Mulyadi

Guna memajukan kualitas HAM di Indonesia, Ma'ruf mengatakan bahwa pemerintah telah melakukan kerja sama dengan berbagai pihak internasional, yakni dengan meningkatkan kualitas penghormatan pada HAM dengan melakukan pertukaran pengalaman dan informasi serta peningkatan SDM.

Baca artikel menarik lainnya di IDN Times App, unduh di sini http://onelink.to/s2mwkb

Share
Topics
Editorial Team
Lia Hutasoit
EditorLia Hutasoit
Follow Us

Latest in News

See More

Magna voluptas voluptates soluta mollit reprehenderit amet commodi l

07 Jan 2026, 15:05 WIBNews
gallery keenam

Artikel revised [edit LAGI]

25 Nov 2025, 15:15 WIBNews