Hadirkan SWRO, Warga Kepulauan Seribu Kini Tak Lagi Krisis Air Bersih
Jakarta, IDN Times - Warga di Kelurahan Pulau Panggang, Kepulauan Seribu, kini tak lagi krisis air bersih. Pasalnya, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta melalui PDAM Jaya akan mengelola pengolahan air bersih berteknologi Sea Water Reverse Osmosis (SWRO) yang akan dipasang Dinas Sumber Daya Air.
Pemasangan teknologi SWRO tersebut bahkan tak hanya ada di Pulau Panggang, tapi juga di Pulau Kelapa Dua, Pulau Pramuka, dan Pulau Payung.
Manager Humas PDAM Jaya Linda Nurhandayani mengatakan, masing-masing SWRO berbeda-beda kapasitasnya dan disesuaikan kebutuhan warga di tiap pulau.
"Masing-masing SWRO kapasitasnya berbeda-beda di tiap pulau," ujar Linda beberapa waktu lalu.
Dia mengungkapkan, SWRO di Pulau Panggang memiliki kapasitas tiga liter per detik dengan jumlah penduduk 4.656 jiwa, jumlah sambungan 1.184 dengan cakupan 79 persen.
Lalu untuk Pulau Pramuka dengan jumlah penduduk 2.174 jiwa, memiliki SWRO berkapasitas 1,5 liter per detik dan 653 sambungan pelanggan dengan cakupan 97,4 persen. Pulau Kelapa Dua dengan jumlah penduduk 440 jiwa memilik SWRO berkapasitas 0,5 liter dan jumlah pelanggan tersambung sebanyak 113.
Kemudian Pulau Payung berkapasitas 0,25 liter per detik. Jumlah penduduk 199 jiwa dan ada 94 sambungan pelanggan dengan cakupan 96 persen.
"Kami ditugaskan untuk mengolah SWRO di tiga pulau tersebut. Sosialisasi sudah kami sampaikan kepada warga di sana," tandasnya.
Diketahui, sejak Agustus lalu, SWRO di Pulau Panggan telah dilakukan uji coba operasional untuk mengalirkan air bersih kepada warga.
Sejauh ini, warga di Pulau Panggang tersebut mengapresiasi langkah terobosan tersebut. Meskipun demikian, Lurah Pulau Panggang Pepen Kuswadi menyarankan agar warga turut berhemat menggunakan fasilitas ini serta proaktif jika terjadi kerusakan.
"Kami juga mengimbau agar warga melakukan penghematan air dan menjaga fasilitas yang ada demi kemaslahatan umum, jangan biarkan keran bocor dan segera ganti jika rusak," tandasnya.



















