Gempa Ambon, Enam Warga Meninggal dan Empat Luka-Luka

Jakarta, IDN Times - Gempa yang mengguncang Ambon pagi tadi menyebabkan enam warga meninggal dunia. Selain itu, empat warga menderita luka-luka. Dilansir dari Antara, berdasarkan keterangan sementara Dinas Sosial dan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Maluku pada pukul 15.00 waktu setempat.
Gempa yang awalnya berkekuatan 6,8 SR dan dilakukan pemutakhiran menjadi 6,5 SR, disebabkan oleh aktivitas sesar lokal.
"Dengan memperhatikan lokasi episenter dan kedalaman hiposenter, gempa bumi yang terjadi merupakan jenis gempa bumi dangkal akibat aktivitas sesar lokal," ujar Rahmat dalam keterangan tertulis, Kamis (26/9).
1. Balita juga menjadi korban dalam gempa ini

Dilansir dari Antara, enam warga meninggal dunia, salah satu dari korban meninggal tersebut merupakan balita. Sebelumnya, balita yang meninggal dunia akibat tertimpa reruntuhan sudah dilarikan ke rumah sakit.
"Balita tersebut sempat ditolong warga dan dilarikan ke RS Oto Kuyk di Desa Passo, tetapi
nyawanya tidak tertolong," ujar Pendeta Jemaat Lembah Argo, Christ Timisella.
Balita tersebut mengalami luka parah dikepala dan akan disemayamkan di rumah pamannya di Lembah Argo.
BNPB juga menyebutkan kemungkinan jumlah korban bisa bertambah.
2. Sempat terjadi gempa susulan

Kepala Pusat Gempabumi dan Tsunami BMKG Rahmat Triyono mengatakan setelah gempa bumi yang pertama mengguncang Ambon pagi tadi, terjadi gempa susulan sebanyak 10 kali.
"Hingga Kamis, 26 September 2019 pukul 07.45 WIB, hasil monitoring BMKG menunjukkan adanya 10 aktivitas gempa bumi susulan (aftershocks) dengan magnitude terbesar M5,6," ujar Rahmat.
Gempa yang terjadi sekitar pukul 08.46 WIT, membuat beberapa warga terluka, kerusakan pada sejumlah bangunan seperti rumah, perkantoran, dan rumah ibadah selain itu kerusakan juga terjadi pada fasilitas umum.
3. Forkopimda Maluku intensifkan tanggap darurat tangani gempa

Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Maluku mengintensifkan pos tanggap darurat untuk menangani dampak gempa.
"Terpenting berkoordinasi dengan BMKG dan Stasiun Geofisika Ambon untuk secara intensif menginformasikan perkembangan gempa, termasuk menyosialisasikan tidak terjadi tsunami yang sangat meresahkan masyarakat sehingga berlarian ke daerah ketinggian di berbagai daerah," ujar Kasrul.



















