Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
(Ilustrasi) ANTARA FOTO/Syifa Yulinnas
(Ilustrasi) ANTARA FOTO/Syifa Yulinnas

Jakarta, IDN Times - Lahan seluas dua hektare yang ditumbuhi rerumputan dan semak belukar hangus terbakar diduga akibat puntung rokok yang dibuang sembarangan di Gampong (desa) Datuk Saudane, Kecamatan Babussalam, Aceh Tenggara, Sabtu (2/3).

"Diduga akibat puntung rokok, dua hektare lahan hangus terbakar di Aceh Tenggara," kata Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Aceh (BPBA), Teuku Ahmad Dadek di Banda Aceh, seperti dilansir Antara, Minggu (3/3).

1. Berhasil dipadamkan oleh tim gabungan TNI/Polri dan masyarakat setempat

ANTARA FOTO/Aswaddy Hamid

Kobaran api di lahan tersebut, kata Ahmad, dilaporkan sudah dapat dipadamkan oleh petugas dari tim gabungan, yang terdiri dari unsur TNI/Polri, dan masyarakat setempat.

Sebelumnya Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Aceh Tenggara mengerahkan satu unit mobil pemadam untuk melakukan upaya pemadaman titik api yang membakar semak belukar ini.

2. Warga sekitar tidak diungsikan

Twitter/@HeruHidayat1

Pihak BPBA memastikan, tidak ada korban dalam peristiwa kebakaran ini, baik korban jiwa maupun warga yang mengungsi.

"Petugas dari tim gabungan yang turun ke lapangan, tidak menemui kendala berarti. Karena mayoritas semak belukar, masih dalam kondisi hijau," katanya.

3. BMKG peringatkan masa peralihan menuju musim kemarau

Kebakaran hutan Riau

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) telah mengingatkan, dewasa ini cuaca di Aceh menunjukkan sedang memasuki masa peralihan dari musim penghujan menuju ke musim kemarau.

Kepala Seksi Data dan Informasi BMKG Stasiun Meteorologi Kelas I Blangbintang, Aceh, Zakaria Ahmad mengatakan, selama Februari 2019 merupakan masa peralihan cuaca dari musim penghujan menuju kemarau di wilayah paling Barat di Indonesia tersebut.

"Pada cuaca panas seperti saat ini berpotensi muncul angin kencang, dan cenderung terjadi puting beliung di suatu wilayah akibat tumbuhnya awan Cumulonimbus," katanya.

Editorial Team