Jakarta, IDN Times - Ribuan demonstran di sekitar gedung DPR/MPR RI Senayan, Jakarta, Senin (30/9) berlangsung ricuh. Mereka mulai berdatangan sekitar pukul 14.00 WIB, namun ribuan aparat kepolisian sudah siaga sejak sepekan sebelumnya.
Jalanan di depan gedung DPR, juga sudah diblokade menggunakan kawat berduri dan beton hingga tiga lapis, untuk pengamanan gedung Parlemen itu.
Massa berkumpul di tiga titik yakni di depan Restoran Nusa Dua, tak jauh dari gedung DPR arah Semanggi. Sebagian lagi di sisi kanan gedung DPR arah Slipi, Jakarta Barat, dan sebagian lagi di belakang gedung DPR atau di samping Stasiun Palmerah, Jakarta Barat.
Kericuhan mulai terjadi sekitar pukul 16.00 WIB. Massa di flyover Slipi memaksa polisi membuka pagar kawat berduri dan memasuki tol dalam kota. Sedangkan, massa di Jalan Palmerah mulai menutup akses menuju Permata Hijau.
Sekitar pukul 16.00 WIB, massa di Jalan Palmerah mulai melempari polisi dengan batu, sehingga polisi membalasnya dengan menembakkan gas air mata. Pada saat yang sama, massa di flyover Slipi juga mulai melempari polisi dengan batu, dan polisi membalas dengan tembakan gas air mata.
Hingga pukul 17.30 WIB, kerusuhan semakin menjadi. Akibatnya, arus lalu lintas di tol dalam kota baik arah Grogol maupun Cawang tersendat, bahkan macet total. Begitu juga lalu lintas arah Permata Hijau, juga lumpuh.
Berikut kondisi kerusuhan saat demonstrasi di sekitar gedung DPR RI, hasil jepretan jurnalis IDN Times pada Senin (30/9):
