Jakarta, IDN Times - Klaim Tiongkok atas perairan Natuna memantik Aksi Cepat Tanggap (ACT) untuk ikut menunjukkan dukungan kepada TNI dan masyarakat di sekitar Natuna. Hal tersebut diwujudkan dengan menyalurkan bantuan logistik sejak pekan lalu.
Presiden ACT Ibnu Khajar mengatakan bahwa lembaga kemanusiaan itu telah berkomunikasi dengan TNI untuk meminta izin guna mengajak masyarakat Indonesia memberikan bantuan logistik bagi Natuna sebagai bukti bahwa ACT dan masyarakat terus bersama TNI.
"Kita mulai menyalurkan bantuan logistik karena dari TNI mengatakan kemungkinan ada gelar operasi jangka panjang. Jangan sampai TNI ini tidak mendapat logistik yang cukup untuk menjaga bangsa ini," tutur Ibnu saat konferensi pers di Menara 165, Jakarta, Jumat (10/1).
