Jakarta, IDN Times - Dewan Perwakilan Daerah RI memandang masih banyak setumpuk persoalan yang harus diselesaikan di Batam pascadualisme kewenangan dalam pengelolaan Batam. Setumpuk masalah tersebut di antaranya laju produk domestik regional bruto Batam yang sejak 2010 terus merosot setiap tahunnya.
“Kemudian fenomena hengkangnya 169 perusahaan dari Batam sejak 2015 yang menyebabkan jumlah warga perkotaan yang menganggur,” ucap Wakil Ketua Komite I DPD RI Abdul Kholik saat rapat dengar pendapat (RDP) di Gedung DPD RI, Jakarta, Senin (18/11).
