Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

Ditunjuk Jadi Presiden, BJ Habibie Tak Lupakan Pesan Soeharto

ANTARA FOTO/Puspa Perwitasari
ANTARA FOTO/Puspa Perwitasari

Jakarta, IDN Times - Menjelang Reformasi, Presiden ke-2 RI Soeharto memutuskan mundur dari jabatan orang nomor satu di Indonesia, dan menyerahkan jabatannya kepada Wakil Presiden Bacharuddin Jusuf Habibie atau lebih dikenal BJ Habibie.

Namun, keputusan Soeharto tersebut tak serta-merta diterima Habibie. Bahkan, Menteri Negara Riset dan Teknologi Indonesia era Presiden Megawati Soekarnoputri itu mengaku gundah, untuk menerima jabatan itu, serta masih tak percaya Soeharto mundur.

Saat Habibie mendengar kabar Soeharto menyerahkan jabatan kepadanya, ia tak menyangka hal itu akan terjadi. Kendati, Habibie mengaku tak pernah lupa pesan Soeharto kepadanya.

Apa saja pesan Soeharto pada Habibie? Yuk simak cerita yang ditulis Habibie dalam bukunya yang berjudul Detik-Detik yang Menentukan.

1. Soeharto menyerahkan jabatannya kepada Habibie

ANTARA FOTO/Puspa Perwitasari
ANTARA FOTO/Puspa Perwitasari

Usai bertemu Soeharto di Cendana, Habibie memanggil menteri beberapa koordinator dan sejumlah menteri ke kediamannya. Di hadapan empat menko dan 14 menteri, dia menyampaikan rencana Soeharto mengumumkan jajaran Menteri Kabinet Reformasi yang baru.

Namun, Habibie menyayangkan, saat itu Soeharto tak berkenan berbicara dengannya. Soeharto hanya menugaskan Menteri Sekretaris Negara Saadillah Mursyid, untuk menyampaikan keputusan bahwa esok harinya pukul 10.00, Soeharto akan mundur sebagai presiden.

"Sesuai UUD 1945, Pak Harto menyerahkan kekuasaan dan tanggung jawab kepada Wakil Presiden RI di Istana Merdeka. Pengambilan sumpah Wakil Presiden menjadi Presiden akan dilaksanakan oleh Ketua Mahkamah Agung di hadapan para Anggota Mahkamah Agung lainnya," begitu bunyi pesan Mensesneg kepada Habibie, kala itu.

Mendengar pesan itu, Habibie terkejut dan meminta agar segera berbicara dengan Soeharto. Sayangnya, permintaan Habibie tak dikabulkan, namun ajudan Presiden mengusahakan pertemuan empat mata antara dirinya dengan Soeharto di Cendana.

"Setelah pembicaraan melalui telepon dengan Saadillah Mursyid selesai, saya kembali ke pendopo untuk menjelaskan informasi yang baru saja saya peroleh," kata Habibie.

Habibie lalu menyampaikan kepada para menko dan menteri bahwa Soeharto akan mundur, dan menyerahkan jabatan kepadanya. Keputusan Soeharto tersebut tentu mengejutkan mereka.

"Kemudian saya meminta agar para menteri yang hadir, dan juga para Asisten Wakil Presiden yang berada di ruang sebelah pendopo, untuk memanjatkan doa kehadirat Allah SWT. Saya minta Jimly Asshiddiqie untuk memimpin doa. Istri saya juga diminta untuk hadir," ujar Habibie.

2. Habibie meminta DPR mengecek kembali keputusan Soeharto

ANTARA FOTO/Andika Wahyu
ANTARA FOTO/Andika Wahyu

Kemudian, setelah para menteri meninggalkan kediamannya, Habibie langsung pergi ke ruang kerja. Melalui internet, Habibie memantau perkembangan pergerakan masyarakat, khususnya di Jakarta, dan reaksi luar negeri terhadap situasi di Indonesia yang terus memanas.

Habibie lantas menerima telepon dari Ketua DPR/MPR Harmoko yang menyampaikan bahwa ia dan pimpinan parlemen, bersama para ketua fraksi, diminta datang ke Istana Merdeka besoknya pada 21 Mei 1998 pukul 10.00. Ia menanyakan alasan undangan tersebut.

"Saya menjelaskan informasi dari Mensesneg dan memohon agar pimpinan DPR/MPR mengecek kembali, apakah keputusan Pak Harto untuk mengundurkan diri sebagai Presiden memiliki dasar hukum," kata Habibie.

ADC atau ajudan yang bertugas, Kolonel (AL) Djuhana, melaporkan bahwa Panglima ABRI Jenderal Wiranto meminta waktu untuk bertemu. Namun, Habibie belum bersedia menerima siapa pun, karena harus merenungkan keadaan di Tanah Air yang memprihatinkan dan sudah di ambang pintu revolusi.

3. Pesan Soeharto kepada Habibie

Dok. Setneg RI
Dok. Setneg RI

Mencermati keadaan yang berkembang di Tanah Air, Habibie langsung teringat pesan yang pernah disampaikan Soeharto padanya di ruang kerjanya. Saat itu, Senin 28 Januari 1974, pukul 19.30 WIB.

Pesan yang diingat Habibie yakni, Soeharto telah menentukan Habibie membantunya untuk mempersiapkan kerangka tinggal landas bangsa Indonesia, memasuki abad yang akan datang.

"Saudara Habibie dapat berbuat apa saja dan insyaallah dalam batas kemampuan saya, akan saya selalu berusaha mengamankan kebijakan saudara," tulis Habibie menirukan pesan Soeharto.

Pesan selanjutnya, Soeharto mengatakan kepada Habibie agar mengutamakan kepentingan rakyat di atas kepentingan golongan, partai politik, kawan, keluarga, dan kepentingan saudara sendiri. Tak hanya itu, Soeharto juga berpesan kepada Habibie agar ke depan tak boleh terjadi revolusi lagi di bumi Indonesia, karena rakyat tidak dapat mengatasinya.

Soeharto juga menyampaikan kepada Habibie bahwa yang dikehendaki rakyat adalah ketenteraman, masa depan, dan hari depan yang cerah bagi anak cucu mereka. Sementara, yang susah diatur adalah pimpinan pada umumnya, khususnya partai politik.

"Karena itu, Habibie harus bekerja keras agar pada suatu hari dapat menjadi panutan dan idola anak bangsa sebagai seorang profesional," pesan Soeharto.

4. Habibie mempertanyakan kepantasan dirinya mendapatkan jabatan Presiden

ANTARA FOTO/Ismar Patrizki
ANTARA FOTO/Ismar Patrizki

Setelah mendengar pesan-pesan yang disampaikan Soeharto pada Habibie, saat itu juga ahli spesialisasi konstruksi pesawat terbang itu bertanya kepada Soeharto. Mengapa harus dirinya?

"Mendengar penjelasan dan ucapan Pak Harto tersebut, saya memberanikan diri untuk bertanya, 'mengapa saya? Banyak orang yang lebih senior, lebih pintar, lebih pandai dan lebih berpengalaman dari diri saya. Mengapa harus saya?'” tanya Habibie pada Soeharto.

"Pak Harto meletakkan setumpuk surat dan dokumen di atas meja sambil berkata, 'Ini semua informasi mengenai Dr. Habibie!'," tulis Habibie.

Setelah merenungkan kejadian 24 tahun sebelumnya tersebut, Habibie kembali pada persoalan yang sedang dihadapinya. Pesan Soeharto itu terus-menerus memengaruhi dan mendominasi proses pemikiran Habibie, saat mencari jawaban yang tepat atas beberapa pertanyaan yang terus timbul dalam dirinya.

Share
Topics
Editorial Team
Teatrika Handiko Putri
EditorTeatrika Handiko Putri
Follow Us

Latest in News

See More

Ipsa mollitia quibusdam minus et et ducimus dolore id sint velit nes

30 Jan 2026, 16:08 WIBNews
gallery keenam

Artikel revised [edit LAGI]

25 Nov 2025, 15:15 WIBNews