Argo melanjutkan, rencana pembunuhan itu tersirat ketika JE tengah menikmati minuman bersama sembilan temannya, di belakang Rusun Griya Tipar Cakung, Jakarta Timur, Kamis (7/11) lalu. Sekitar pukul 18.00 WIB.
"Tersangka melihat jendela tempat tinggal korban dari arah belakang terbuka. Dan tersangka berniat membunuh korban karena masih sakit hati atas ucapan korban," ungkap Argo.
Pada Jumat (8/11) sekitar pukul 02.00 WIB, JE pulang dan menuju dapur rumahnya. Dia mengambil pisau yang akan digunakan membunuh Rieke. JE kemudian naik ke lantai lima rusun tersebut dan menuju jendela bagian belakang rumah Rieke.
JE lantas masuk ke kamar Rieke, yang kala itu terlihat tengah tidur. Saat itu juga, JE mengeluarkan pisau yang ada di dalam jaketnya.
"Tersangka menusukkan pisau ke leher korban dan korban melawan dengan menggunakan tangan. Selanjutnya, tersangka menusukkan pisau berulang- ulang ke arah tubuh korban. Sehingga, korban tidak bergerak lagi," beber Argo.
Total, ada enam tusukan yang membekas pada leher, perut, dan dada Rieke.