Di Hadapan Santri, Ma’ruf Amin Beberkan Tantangan 10 Tahun Ke Depan
Jakarta, IDN Times - Calon wakil presiden nomor urut 01 Ma’ruf Amin menyampaikan nasihat kepada para santri mengenai tantangan yang akan dihadapi dalam kurun waktu 10 tahun ke depan. Hal tersebut dikemukan Ma’ruf dihadapan sekitar 7 ribu santri Pondok Pesantren Babussalam, Jombang, Jawa Timur, Senin (18/3).
1. Era digital akan terus berkembang dalam 10 tahun ke depan

Dalam kesempatan itu, kiai Nahdlatul Ulama (NU) ini mengatakan tantangan tersebut akan datang dan santri harus bersiap menjalaninya.
"Mau tidak mau, harus dijalani karena nanti akan terjadi perubahan besar dengan adanya perubahan teknologi, santri harus menghadapi itu," ujar Ma'ruf dalam keterangan tertulisnya kepada IDN Times, Senin, (18/3).
2. Ma'ruf Amin mengatakan program yang ditawarkan menyempurnakan yang program sebelumnya

Perkembangan teknologi yang menjadi tantangan itu, kata Ma'ruf, hadir dengan banyak sisi. Ma'ruf menyebut salah satu aspek yang harus diwaspadai yakni perubahan pola.
Dia mengatakan perubahan pola menjadi ciri khas era digital, di mana semua hal menjadi lebih praktis. Dampaknya, cara lama diubah dan inovasi menggantikan hal itu.
Namun ia optimistis kecenderungan itu bisa dihadapi jika para santri memegang teguh prinsip NU. "Prinsip untuk tidak menghilangkan kebaikan, menjaga yang lama yang baik. Tapi kita juga mengambil yang baru yang lebih baik," jelasnya.
3. Ma'ruf mengatakan santri juga bisa menjadi presiden

Kemampuan adaptasi ini, menurut Ma'ruf, mendesak untuk dimiliki santri. Sebab ia melihat santri merupakan salah satu ujung tombak sumber daya manusia di Indonesia.
"Santri itu pemimpin di masa depan, banyak santri jadi pahlawan nasional pemimpin negara menjadi menteri, bahkan juga untuk presiden," tuturnya.
4. Istilah 10 years challange banyak disebut Ma'ruf Amin pada debat ketiga

Dalam debat ketiga pilpres pada Minggu (17/3) kemarin, Ma’ruf Amin banyak sekali meyebut istilah 10 years challenge untuk menggambarkan programnya bersama Joko “Jokowi” Widodo.
Pernyataan tersebut, menurutnya, menegaskan bagaimana komitmen mereka dalam mengimplementasikan program ketika dipercaya memimpin. Mantan Ketua MUI ini menilai, sebagai pemimpin harus bisa lebih visioner dalam membuat gagasan agar dapat menciptkan SDM yang siap bersaing di era industri digital.



















