Jakarta, IDN Times - Kondisi hak asasi manusia (HAM) dan ketegangan yang terjadi di Papua selalu mendapat sorotan dari pihak asing. Salah satu negara yang kerap menyoroti masalah ini adalah Republik Vanuatu. Sudah berulang kali negara yang berada di Kepulauan Pasifik itu menyerukan pemisahan Papua atas Indonesia.
“Indonesia harus memberi tahu kepada seluruh anggota PBB terkait motif di balik pernyataan dan tindakan negara yang tidak bertanggung jawab ini. Vanuatu ingin membangun citra sebagai negara yang menjunjung HAM. Padahal, motif sesungguhnya adalah mendukung agenda separatisme,” kata diplomat Indonesia yang bertugas di PBB, Rayyanul Muniah Sangadji, dalam sesi ke-74 Debat Umum Majelis Umum PBB yang berlangsung di New York, Amerika Serikat, Sabtu (28/9).
Sebelumnya, Menteri Luar Negeri RI Retno Marsudi, sempat menginstruksikan diplomatnya untuk menjelaskan posisi Papua adalah bagian dari NKRI kepada negara-negara lain.
