Curhat Warga Kepulauan Seribu yang Sempat Kesusahan Air Bersih

Jakarta, IDN Times - Warga Pulau Payung, Kepulauan Seribu, menyambut gembira karena Pemerintah Provinsi DKI Jakarta melalui PAM Jaya membangun Instalasi Penjernihan Air (IPA), sehingga mereka bisa mengonsumsi air untuk minum, mandi, dan mencuci.
Jubaedah, warga setempat yang hadir dalam peresmian pembangunan air bersih ini, sempat bercerita bagaimana sulitnya warga mendapatkan air bersih selama ini.
1. Air payau, kotor, dan tak bisa dimasak

Jubaedah mengaku kondisi di tempatnya sebelum pembangunan IPA memprihatinkan. Sebab, warga kesulitan mendapat air bersih karena kualitas air buruk.
"(Dulu) airnya payau, kalau dimasak juga gak bisa. Terus airnya berpasir ngambang gitu," kata dia.
2. Warga tak keberatan bila harus membayar air

Hadirnya IPA membuat Jubaedah begitu senang. Sebab, warga Pulau Payung bisa langsung minum air tanpa perlu memasaknya. Air hasil olahan itu juga hingga saat ini masih bisa dinikmati cuma-cuma. Ia juga tak keberatan bila nanti harus merogoh kocek demi air olahan itu.
"(Kalau diminta bayar air olahan) nerima lah. Ini jadi gampang, ya terjangkau lah, kualitas bagus," ucap dia.
3. Akan ada 11 pulau yang dibangun IPA

Kepala Dinas SDA DKI Jakarta Juaini Yusuf mengatakan ada empat pulau yang saat ini sudah mendapat pelayanan IPA, yakni Pulau Payung, Pulau Pramuka, Pulai Panggang, dan Pulau Kelapa Dua. Ada belasan pulau yang akan memiliki Sea Water Reverse Osmosis (SWRO) atau alat penyuling air laut menjadi air tawar.
"Tahun 2020 kita masih lanjut ada beberapa pulau lagi, total ada 11 pulau yang kita bangun," ujar Juaini.



















