Jakarta, IDN Times – Dewan Masjid Indonesia (DMI) Jakarta menolak penyalahgunaan masjid sebagai tempat berpolitik. Hal tersebut untuk mengantisipasi terjadinya kampanye yang dilakukan di masjid menjelang Pemilihan Umum (Pemilu) serentak 2019.
Keberadaan masjid sebagai rumah ibadah umat Islam harus netral dan tidak terpengaruh oleh politik. Lebih dari itu, masjid selayaknya menjadi gerakan moral sebagai tempat pemersatu.
Oleh karena itu, Perhimpunan Remaja Masjid Dewan Masjid Indonesia (PRIMA DMI) akan melakukan pemantauan di 794 ribu masjid dan musala. Pengawasan ini dilakukan berdasarkan instruksi dari Ketua Umum DMI, Jusuf Kalla, saat pengurus Prima DMI bertemu di kediaman Wakil Presiden Jusuf Kalla beberapa waktu lalu.
“Pemantauan ini akan dilakukan di sekitar 794 ribu masjid dan musala di seluruh Indonesia,” kata Abdul Haris Zainuddin, Sekretaris Jenderal Prima DMI dalam jumpa pers di Kantor DMI, Jakarta Pusat, Sabtu (23/4).
