Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

BMKG Peringatkan Nelayan Ada Gelombang Tinggi di Perairan Halmahera

Ilustrasi kapal-kapal nelayan. ANTARA FOTO/Dedhez Anggara
Ilustrasi kapal-kapal nelayan. ANTARA FOTO/Dedhez Anggara

Jakarta, IDN Times - Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Ternate memperingatkan nelayan dan pengguna transportasi laut untuk waspada dengan gelombang tinggi di perairan Pulau Halmahera maupun Pulau Morotai dan Kepulauan Sula. Prakirawan Cuaca BMKG Ternate Fahmi Bachdar mengatakan gelombang tinggi tersebut dapat mencapai tinggi 2 sampai 2,5 meter.

"Gelombang laut saat ini mencapai 2 hingga 2,5 meter melanda Halmahera bagian utara, timur dan barat hingga ke perairan Pulau Morotai, Kepulauan Sula, Pulau Taliabu serta Pulau Batang Dua," ujar Fahmi seperti dikutip dari Antara di Ternate pada Sabtu (11/1).

Lalu, masih amankah untuk melaut dengan kondisi itu?

1. BMKG imbau penumpang kapal kecil untuk berhati-hati

Antara Foto
Antara Foto

Fahmi melanjutkan bagi para calon penumpang transportasi laut seperti kapal berukuran kecil untuk mengikuti arahan Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) setempat untuk menghindari kecelakaan laut.

"Calon penumpang yang akan menggunakan kapal berukuran kecil untuk mengikuti arahan KSOP setempat, guna menghindari terjadinya kecelakaan laut," tutur dia. 

2. Nelayan harap waspadai cuaca buruk di Pulau Halmahera

ANTARA FOTO/Rahmad
ANTARA FOTO/Rahmad

Selain imbauan kepada penumpang transportasi kapal kecil, Fahmi mengatakan BMKG juga telah mengimbau para nelayan yang menggunakan kapal berukuran kecil untuk mewaspadai cuaca buruk di perairan Pulau Halmahera.

"Nelayan dan kapal cepat berukuran kecil harus mewaspadai tingginya gelombang, terutama di perairan Ternate, Pulau Halmahera dan Kepulauan Sula dalam beberapa hari ke depan," tutur Fahmi. 

3. Gelombang tinggi disebabkan angin berkecepatan 20-40 km/jam

Nelayan di Pantai Samas sedang membersihkan jaring dari sampah dan ikan. IDN Times/Daruwaskita
Nelayan di Pantai Samas sedang membersihkan jaring dari sampah dan ikan. IDN Times/Daruwaskita

Ia menjelaskan gelombang tinggi diakibatkan oleh angin kencang dari arah timur barat laut. Angin itu datang dengan kecepatan 20-40 km/jam dan jalur yang perlu diwaspadai terdapat pada lintasan Ternate-Batang Dua, dan Halut-Pulau Morotai serta Kepulauan Sula-Pulau Taliabu.

"Karena rute ini pada saat terjadi cuaca ekstrem maka akan berpotensi terjadi gelombang tinggi," lanjutnya.

Bahkan, Fahmi mengatakan, sebagian besar gelombang laut di wilayah perairan Maluku Utara mencapai tiga meter, terutama di perairan Halmahera dan Kepulauan Sula yang sangat membahayakan bagi aktivitas kapal berukuran kecil di perairan itu.

Share
Topics
Editorial Team
Aldzah Fatimah Aditya
EditorAldzah Fatimah Aditya
Follow Us