Memang biasanya hanya pasangan dan kepala negara yang mendampingi dalam kunjungan diplomatik atau acara kenegaraan. Apung mempertanyakan apa yang dilakukan selama Jokowi dan Iriana sedang bertugas. Pasalnya, menurut Apung, ada etika yang membatasi apabila keluarga Jokowi memakai uang negara.
"Kalau Pak Jokowi sendiri kunjungan kerja, lantas keluarganya liburan atau bagaimana? Pelesiran di saat Bapak Jokowi kerja dinas, tapi kalau pelesiran pakai uang rakyat, ini yang menyakitkan di tengah APBN yang defisit," tambah Apung.
Ia meyakini ini penting untuk keteladanan. "Kalau Presiden transparan dan akuntabel, maka pasti daerah, apalagi DPR yang hobi kunker keluar negeri, pasti ikut-ikutan. Presiden jangan kalah sama PNS yang nggak pakai fasilitas negara saat mudik," tegasnya.
Kompas sendiri menyebutkan bahwa pihak Istana belum mau buka suara terkait pertanyaan-pertanyaan ini.