Jakarta, IDN Times - Ketua DPRD DKI Jakarta Prasetyo Edi Marsudi buka suara terkait viralnya sejumlah anggaran janggal dalam draf Kebijakan Umum Anggatan-Plafon Prioritas Anggaran (KUA-PPAS) 2020. Pras menyoroti kinerja pihak Satuan Perangkat Daerah (SKPD) Pemprov DKI Jakarta dalam menyusun anggaran dan menyebut mereka tidak bisa menentukan prioritas.
"Awalnya kan perencanaan SKPD. Kalau saya melihat dari beberapa tempat, ini SKPD-nya gak bisa tegas menganggarkan apa yang menjadi skala prioritas buat masyarakat. Saya bilang prioritas di Jakarta apa saja sih? Jadi hal-hal kecil yang akan saya coret, kayak masalah (lem) Aibon-lah, terus masalah influencer," Prasetyo di Balai Kota DKI Jakarta, Rabu (30/10).
