Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Warga Kompleks Jaka Kencana bersihkan lumpur pasca banjir, Kamis (2/1). (IDN Times/Dini Suciatiningrum)
Warga Kompleks Jaka Kencana bersihkan lumpur pasca banjir, Kamis (2/1). (IDN Times/Dini Suciatiningrum)

Jakarta, IDN Times - Puluhan orang tampak sibuk menyirami tembok rumah mereka di Perumahan Jaka Setia, Bekasi, Kamis (2/1). Setelah terkepung banjir, kini warga di perumahan itu harus berjibaku membersihkan rumah dari sisa lumpur.

Bukan hanya tersisa dalam genangan di lantai rumah, jejak-jejak lumpur pun menempel di tempok rumah mereka. Bagaimana tidak, ketinggian air saat banjir mencapai 2 meter.

Sebagian besar rumah masih terlihat kotor, lumpur setebal antara 20 sampai 50 centimeter masih menempel di tembok muka rumah. Tak terlihat ada penghuni yang sedang membersihkannya.

"Banyak rumah kosong sini mbak," ujar Nanang Ketua RT 02/RW 04, sambil mengguyur lumpur di teras rumahnya.

Nanang kemudian meletakkan ember dan mendatangi IDN Times yang menyapa dari luar rumah. Dia pun menuturkan pengalaman banjir di kawasan tersebut.

1. Banjir terparah yang pernah terjadi

Warga Kompleks Jaka Kencana bersihkan lumpur pasca banjir, Kamis (2/1). (IDN Times/Dini Suciatiningrum)

Sepanjang sejarah, baru kali ini banjir separah ini di kawasan mereka. Dia membandingkan dengan banjir sebelumnya yang dia rasakan saat awal-awal tinggal di sana.

"2006 pernah banjir tetapi tidak separah tahun ini," tutur Nanang kepada IDN Times, Kamis sore. 

Tri Sutrisno, warga RT 02 mengamini keterangan itu. Baginya yang tinggal puluhan tahun di kompleks tersebut, ini adalah kali pertama dia mengalami banjir.

"Baru kali ini, dan ini merupakan banjir yang parah," ujarnya.

2. Air terus masuk sampai ketinggian sekitar 2 meter

Warga Kompleks Jaka Kencana bersihkan lumpur pasca banjir, Kamis (2/1). (IDN Times/Dini Suciatiningrum)

Pada Selasa (31/12) sore, mulai turun hujan deras disertai angin kencang. Nanang menuturkan, awalnya, dia tidak terlalu khawatir karena dia menyangka itu hanya seperti hujan deras selama ini dan air tidak akan masuk rumah.

Namun, pada dini hari tepat perayaan pada pergantian tahun, air mulai masuk rumah. Nanang bersama istrinya mulai panik. Kondisi kian parah, pada pukul 02.00, air mulai meninggi di dalam rumah.

"Air terus masuk sampai ketinggian 2 meteran, untung saya naik ke lantai 2," papar pensiunan pegawai PLN itu.

3. 70 persen Kota Bekasi terendam banjir

Mendagri Tito Karnavian bersama Wali Kota Bekasi Rahmat Effendi tinjau banjir di Jati Asih (IDN Times/Fitang Budhi Adhitia)

Koordinator Pusdalops Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Bekasi
Diky Sapta Aji mengaku banjir kali ini merupakan banjir paling parah sejak 2016 . Menurutnya saat ini banjir di beberapa wilayah Bekasi mencapai 2 meter.

Dia mengungkapkan hujan deras yang mengguyur sejak Selasa (31/12) sore membuat hampir 70 persen dari Kota Bekasi terendam.

"Sampai saat ini anggota masih mengevakuasi jadi laporan belum selesai," terangnya.

Baca perkembangan terkini seputar banjir dan artikel menarik lainnya di IDN Times App. Unduh di sini http://onelink.to/s2mwkb

Editorial Team