Pengembangan EBT sangat penting karena saat ini pemakaian energi di Indonesia bergantung pada minyak, dengan konsumsi pemakaiannya lebih dari 40 persen atau sekitar 1.6 juta barel minyak per hari. Sementara produksi minyak nasional hanya setengahnya sehingga menyebabkan negara harus impor. Menurut Dirjen Toto, hal tersebutlah yang menimbulkan masalah bagi ekonomi nasional ketika harga minyak melambung tinggi.
Dirjen Toto pun mencontohkan, di Indonesia bagian timur, banyak pulau-pulau kecil yang memiliki potensi energi matahari sangat tinggi. Jika mengombinasikan tenaga angin dengan pengembangan pembangkit listrik tenaga surya dan mengundang investor untuk datang melihat hal tersebut, Toto yakin hal itu dapat membantu perubahan pola pikir masyarakat untuk siap menggunakan EBT dan perlahan mengurangi pemakaian energi fosil untuk masa depan yang lebih baik. Pemerintah pun berharap pengembangan EBT ini segera berjalan karena pertumbuhan ekonomi ke depannya makin membaik.
"Sekali lagi saya sampaikan terima kasih atas kesempatan ini karena menjadi salah satu langkah kita untuk secara masif memanfaatkan Energi Baru Terbarukan (EBT). Mari sama-sama kita sinergikan upaya untuk mengembangkan Energi Baru Terbarukan khususnya energi surya di masa depan," tutur Toto.