Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

Audiensi dengan KPU, Tim Hukum PDIP: Ada Oknum KPK Adu Domba

Ketua Tim Hukum PDIP I Wayan Sudirta (kanan), bersama anggota tim hukum Teguh Samudera (kiri). (IDN Times/Irfan Fathurohman)
Ketua Tim Hukum PDIP I Wayan Sudirta (kanan), bersama anggota tim hukum Teguh Samudera (kiri). (IDN Times/Irfan Fathurohman)

Jakarta, IDN Times - Tim hukum PDIP melalukan audiensi dengan Komisi pemilihan Umum (KPU), membahas kasus dugaan suap yang menjerat Komisioner KPU Wahyu Setiawan dan politikus PDIP Harun Masiku. Tim hukum PDIP menyampaikan duduk perkara kepada penyelenggara pemilu.

"Tadi kita hanya mendudukkan perkara yang sebenarnya. Jangan sampai dianggap kita parpol dianggap main yang gak bener," ujar anggota tim hukum PDIP Teguh Samudera di kantor KPU, Jalan Imam Bonjol, Jakarta Pusat, Kamis (16/1).

1. PDIP membantah mengusir penyidik KPK saat akan menggeledah kantor DPP

Kantor DPP PDIP, Jalan Diponegoro, Menteng, Jakarta Pusat. (IDN Times/Irfan Fathurohman)
Kantor DPP PDIP, Jalan Diponegoro, Menteng, Jakarta Pusat. (IDN Times/Irfan Fathurohman)

Tim hukum PDIP membantah adanya penolakan kepada penyidik KPK, saat akan menyegel dan menggeledah ruang kerja Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto di kantor DPP PDIP.

“Wong dia gak bawa surat penggeledahan kok, tetapi ada bocoran dari oknum yang sesungguhnya KPK itu banyak orang baik, komisionernya baik, dewan pengawasnya baik, stafnya baik,” kata Ketua Tim Hukum PDIP I Wayan Sudirta.

2. Tim hukum PDIP sebut saat penyidik KPK hendak menyegel belum ada tersangka

Ketua KPU Arief Budiman menggelar jumpa pers setelah audiensi dengan Tim Hukum PDIP, Jakarta, Kamis (16/1) (IDN Times/Irfan Fathurohman)
Ketua KPU Arief Budiman menggelar jumpa pers setelah audiensi dengan Tim Hukum PDIP, Jakarta, Kamis (16/1) (IDN Times/Irfan Fathurohman)

I Wayan sebut apa yang dilakukan penyidik KPK tidak sesuai prosedur dan terkesan melawan hukum, karena tidak mengantongi surat melakukan penyegelan. Apalagi saat itu belum ada penetapan tersangka.

“Bagaimana ada surat perintah izin penyegelan, orang belum ada tersangka. Kalau belum ada tersangka masih penyelidikan mungkin ada upaya paksa,” ujar dia.

3. Tim hukum PDIP sebut ada oknum di KPK yang sengaja mengadu domba

Komisioner KPU Wahyu Setiawan (tengah) mengenakan rompi tahanan usai menjalani pemeriksaan di gedung KPK, Jakarta. ANTARA FOTO/Dhemas Reviyanto
Komisioner KPU Wahyu Setiawan (tengah) mengenakan rompi tahanan usai menjalani pemeriksaan di gedung KPK, Jakarta. ANTARA FOTO/Dhemas Reviyanto

I Wayan sebut ada oknum di KPK yang ingin mengadu domba antara KPK dan PDIP. Dia menyebut oknum tersebut sengaja membocorkan hal-hal yang menurut dia salah.

“Ada beberapa orang yang ingin membocorkan hal-hal yang salah, makanya kami terpukul karena PDI dianggap membengkak melawan petugas penggeledahan, karena itu kita harus berkomunikasi dengan berbagai instansi KPU dan Bawaslu (Badan Pengawas Pemilu),” ujar dia.

4. PDIP akan menghormati proses hukum

Tim hukum PDIP dan Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto saat menggelar jumpa pers di kantor DPP PDIP, Jakarta, Selasa (16/1). (IDN Times/Istimewa)
Tim hukum PDIP dan Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto saat menggelar jumpa pers di kantor DPP PDIP, Jakarta, Selasa (16/1). (IDN Times/Istimewa)

Sementara, Teguh mengatakan, PDIP akan menghormati proses hukum yang sedang berjalan di KPK. Menurut dia, partai yang diketuai Megawati Soekarnoputri kini fokus pada penegakan hukum.

"Nah, ini kita jelaskan kepada Beliau semuanya bahwa kita concern kepada penegakan hukum, dan kita mendukung prosesnya. Dan kami tak pernah melakukan tindakan tercela. Jangan kan melakukan hal tercela, melanggar hukum aja kami tidak pernah. Itulah konsistensi yang dilakukan PDIP selama ini," kata dia.

Share
Topics
Editorial Team
Irfan Fathurohman
EditorIrfan Fathurohman
Follow Us

Latest in News

See More

Ipsa mollitia quibusdam minus et et ducimus dolore id sint velit nes

30 Jan 2026, 16:08 WIBNews
gallery keenam

Artikel revised [edit LAGI]

25 Nov 2025, 15:15 WIBNews