Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

AS Wanti-wanti Warganya Soal Hujan 12 Januari, BNPB: Tidak Perlu Panik

Ilustrasi Gedung Graha BNPB (IDN Times/Irfan Fathurohman)
Ilustrasi Gedung Graha BNPB (IDN Times/Irfan Fathurohman)

Jakarta, IDN Times - Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menanggapi peringatan dini cuaca atau weather alert yang dikeluarkan Kedutaan Besar Amerika Serikat. Peringatan itu berisi agar warganya di Jakarta mewaspadai hujan lebat yang diprediksi akan turun pada 12 Januari 2020.

"Masyarakat khususnya di wilayah Jabodetabek tidak perlu panik," kata Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Bencana BNPB, Agus Wibowo dalam keterangan tertulis yang dipublikasikan dalam situs resmi BNPB, Rabu (8/1).

1. Teknologi Modifikasi Cuaca berhasil kurangi intensitas hujan di Jabodetabek

Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Doni Monardo saat meninjau lokasi terdampak bencana di Desa Pasir Madang, Kecamatan Sukajaya Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Sabtu (4/1/2020). (ANTARA/M Fikri Setiawan)
Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Doni Monardo saat meninjau lokasi terdampak bencana di Desa Pasir Madang, Kecamatan Sukajaya Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Sabtu (4/1/2020). (ANTARA/M Fikri Setiawan)

Sebab, menurut Agus, operasi Teknologi Modifikasi Cuaca (TMC) yang digelar BPPT bersama satuan TNI telah berhasil menurunkan intensitas hujan sedang-lebat yang seharusnya tiba di wilayah Jabodetabek.

"BNPB akan terus melakukan operasi ini untuk menghindari hujan dengan intensitas sedang hingga lebat di wilayah Jabodetabek," kata Agus dalam keterangan tertulisnya.

Pada Selasa (7/1), pesawat CN 295 dan Casa 212-200 milik TNI ini melakukan 4 sorti penyemaian awan dengan cakupan wilayah barat daya, barat, barat laut. Total bahan semai NaCl untuk penyemaian mencapai 6,4 ton. Berdasarkan laporan BPPT, hujan berhasil diturunkan di perairan barat laut dan barat daya Jabodetabek. Laporan ini merujuk pada data satelit yang menunjukkan wilayah terjadinya hujan.  

Pada sorti pertama dengan menggunakan CN295, bahan semai NaCl sebanyak 2,4 ton disebarkan pada wilayah barat hingga barat daya Jabodetabek. Sorti berikutnya dengan Casa 212-200 dengan kapasitas semai 800 kg mendistribusikan bahan semai di perairan Selat Sunda.

Sorti ketiga, bahan semai ditebar di barat laut Jabodetabek, sedangkan sorti terakhir dengan CN 295 bahan semai sejumlah 2,4 ton disemai pada wilayah barat hingga barat laut Jabodetabek. Sejak dilakukan pada 3 Januari 2020 lalu, operasi TMC melalui pesawat fixed-wings telah melakukan 20 sorti penerbangan dengan total bahan semai NaCl mencapai 32 ton. 

Penerapan TMC bertujuan untuk menurunkan hujan ke wilayah yang aman dan jauh dari permukiman penduduk atau sebelum awan memasuki kawasan padat penduduk, seperti di wilayah Selat Sunda atau Laut Jawa. Hujan yang turun dimodifikasi dengan penggunaan Natrium Klorida (NaCl) yang ditebarkan ke bibit awan melalui pesawat Casa 212-200 dan CN-295. 

Pelaksanaan operasi TMC untuk penanggulangan bencana banjir di Jabodetabek, kata Agus, dilakukan dengan memperhatikan pertumbuhan awan. Hal itu menjadi faktor penting yang harus terus dipantau secara berkesinambungan. Karenanya, untuk membantu pengamatan cuaca dan kondisi awan di wilayah target, BPPT bekerjasama dengan BMKG menganalisis data cuaca yang tersedia dari radar Stasiun Meteorologi Cengkareng.

2. BMKG benarkan 12 Januari berpotensi hujan lebat

Kepala Pusat Metereologi Publik Fachri Radjab (IDN Times/Auriga)
Kepala Pusat Metereologi Publik Fachri Radjab (IDN Times/Auriga)

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) sendiri membenarkan curah hujan tinggi dengan intensitas lebat masih akan terjadi hingga 12 Januari mendatang.

"Jabodetabek memang kita perkirakan ada periode hujan lebat itu di antara 9-12 Januari," kata Kepala Pusat Meteorologi Publik BMKG, Fachri Radjab saat dihubungi IDN Times lewat telepon pada Rabu (8/1) pagi.

"Tapi bukan berarti setelah tanggal 12 selesai semua gitu gak hujan lagi. Tetap ada hujan," lanjut dia lagi.

3. Kedubes Amerika Serikat imbau warganya lakukan langkah antisipasi

RT
RT

Mengantisipasi hujan deras yang mungkin akan membasahi Jakarta hingga 12 Januari nanri, pemerintah AS mengimbau sejumlah langkah yang harus diambil warganya yang tinggal di Jakarta.

Imbauan pertama, mempersiapkan rencana tanggap darurat dengan menggunakan alat yang ada di https://www.ready.gov/ untuk membuat perencanaan dengan keluarga, kantor, atau pun sekolah.

Selain itu warga AS di Jakarta juga diminta untuk terus mengikuti informasi terbaru soal kondisi terkini di sekitar Jakarta lewat media dan selalu bersikap waspada.

Kedubes AS juga mengimbau warganya terus meninjau prakiraan cuaca yang dibuat Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) lewat laman remsi mereka (https://www.bmkg.go.id/).

Warga juga diminta untuk terus memantau Peta Bencana untuk melihat titik-titik banjir terbaru. Dan mendaftarakan diri ke Smart Traveler Enrollment Program (STEP) untuk menerima informasi keamanan terbaru

Terakhir, warga AS di Jakarta diminta untuk terus mengikuti informasi terbaru dari the U.S. Consulate General di Surabaya lewat Twitter dan Facebook. Juga the U.S. Embassy di Jakarta melalui Twitter dan Facebook.

Share
Topics
Editorial Team
Margith Juita Damanik
EditorMargith Juita Damanik
Follow Us