Jakarta, IDN Times - Menteri Luar Negeri (Menlu) Retno Marsudi mengatakan pemerintah telah mengaktifkan pusat krisis di Iran dan Irak guna mengantisipasi memanasnya ketegangan Amerika Serikat dengan Iran. Retno menyampaikan pusat krisis itu dibuat untuk mengantisipasi dampak kepada Warga Negara Indonesia (WNI).
"Kita juga sudah mengaktifkan crisis center, sekali lagi ini adalah sebagai langkah antisipatif," kata Retno di Kompleks Istana Negara, Jakarta Pusat, Kamis (9/1).
Tak hanya itu, Retno juga telah menghubugi Menteri Luar Negeri Vietnam selaku Presiden Dewan Keamanan PBB untuk meredam eskalasi dalam hubungan AS dan Iran.
